JAKARTA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat.
Pemerintah diminta memperkuat layanan kesehatan dan perlindungan warga, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menegaskan penanganan karhutla, khususnya di sejumlah wilayah Kalimantan, harus dibarengi langkah konkret untuk mengurangi dampak kesehatan akibat paparan asap.
“Ketika kabut asap semakin pekat dan kualitas udara memburuk, prioritas utama adalah memastikan masyarakat terlindungi. Kelompok rentan harus mendapat perhatian khusus,” ujar Netty.
Ia meminta pemerintah daerah, dinas kesehatan, Puskesmas, dan rumah sakit meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan kesehatan lainnya.
Menurut Netty, masyarakat juga perlu memperoleh informasi kualitas udara secara berkala, disertai panduan yang mudah dipahami mengenai pembatasan aktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang sesuai, serta langkah penanganan ketika mengalami gejala gangguan pernapasan.
“Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui kualitas udara sedang buruk tanpa memahami langkah yang harus dilakukan. Informasi harus disertai kesiapan layanan kesehatan, akses pemeriksaan, dan penanganan cepat bagi warga terdampak,” katanya.
Selain memperkuat layanan kesehatan, Netty menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mengendalikan karhutla. Pemadaman api, pemantauan titik panas, perlindungan lahan gambut, hingga penegakan hukum terhadap pembakaran lahan perlu dilakukan secara terpadu.
Ia mengapresiasi petugas gabungan dan relawan yang bekerja menangani kebakaran di lapangan. Namun, upaya pemadaman perlu diimbangi pencegahan dini, dukungan sarana yang memadai, serta evaluasi penanganan di wilayah rawan kebakaran.
“Pemadaman memang penting, tetapi pencegahan tidak boleh tertinggal. Kesiapsiagaan harus dilakukan sebelum kebakaran meluas dan masyarakat terpapar asap dalam waktu lama,” tegasnya.
Netty menegaskan, perlindungan kesehatan masyarakat harus menjadi bagian utama kebijakan penanganan karhutla. Keberhasilan penanganan tidak cukup diukur dari penurunan jumlah titik api, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga keselamatan warga, memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, dan memulihkan lingkungan.
“Negara harus hadir untuk mengendalikan kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dari dampaknya. Kesehatan dan keselamatan warga harus menjadi ukuran keberhasilan penanganan karhutla,” pungkasnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri






