RENTAK.ID – Britney Spears resmi menjual hak atas seluruh katalog musiknya kepada perusahaan investasi musik, Primary Wave. Perusahaan tersebut akan mengambil alih kepemilikan Spears atas deretan lagu hitsnya, termasuk …Baby One More Time, Oops! I Did It Again, Lucky, dan I’m Not a Girl, Not Yet a Woman.
Seperti dilaporkan TMZ, menyebutkan kesepakatan tersebut telah difinalisasi pada 30 Desember. Nilai transaksi tidak diungkapkan secara resmi, namun sumber menyebut angkanya sebanding dengan kesepakatan Justin Bieber yang menjual katalog musiknya senilai sekitar 200 juta dolar AS kepada Hipgnosis Songs Capital pada 2023.
Rolling Stone melaporkan Primary Wave memang aktif mengakuisisi katalog musisi papan atas. Pada Maret tahun lalu, perusahaan itu membeli 50 persen saham dari warisan The Notorious B.I.G.
Sebelumnya, mereka juga menjalin kesepakatan dengan warisan Whitney Houston, Bob Marley, Prince, serta Ric Ocasek dari The Cars. Stevie Nicks juga menjual hak penerbitan lagunya kepada perusahaan tersebut pada 2020.
Transaksi penjualan katalog musik kerap menjadi langkah strategis bagi musisi karena memberikan pembayaran besar di muka sekaligus membebaskan mereka dari pengelolaan administratif yang kompleks.
Britney Spears sendiri terakhir merilis album studio Glory pada 2016. Setelah bebas dari konservatorship kontroversial selama 13 tahun pada 2021, ia belum kembali aktif merilis album penuh.
Awal tahun ini, pelantun Toxic tersebut juga menyatakan tidak akan lagi tampil di Amerika Serikat.
“Saya tidak akan pernah tampil lagi di AS karena alasan yang sangat sensitif,” tulis Britney Spears melalui Instagram pada Januari lalu. Namun ia mengisyaratkan kemungkinan tampil di Inggris dan Australia dalam waktu dekat. ***













