BKKBN Fokus Bangun Generasi Muda Sumsel: Hindari Pernikahan Dini dan Seks Bebas

- Penulis

Selasa, 15 April 2025 - 05:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemendukbangga Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd mengunjungi Sumatera Selatan dalam rangka kegiatan Pertemuan Forum Genre . (dok.rentak.id)

Kemendukbangga Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd mengunjungi Sumatera Selatan dalam rangka kegiatan Pertemuan Forum Genre . (dok.rentak.id)

JAKARTA -Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, mengunjungi Sumatera Selatan pada Senin (14/04/2025) dalam rangka menghadiri Pertemuan Forum Genre Indonesia wilayah Sumsel. Acara bertema “Genre dari Sekarang, Demi Ayah Hebat di Masa Depan” ini berlangsung di Kantor Perwakilan BKKBN Sumsel.

Dalam sambutannya, Menteri Wihaji menekankan pentingnya peran Generasi Berencana (Genre) dalam pembangunan keluarga dan masa depan bangsa. Ia menyebutkan bahwa Presiden Prabowo sangat menaruh perhatian besar terhadap generasi muda usia 14–24 tahun.

“Genre adalah generasi penerus. Di Sumatera Selatan dan seluruh Indonesia, mereka harus menjadi pionir dengan memegang tiga prinsip utama: hindari pernikahan dini, jauhi seks bebas, dan katakan tidak pada narkoba,” tegasnya.

Wihaji juga menyoroti lima Quick Wins program BKKBN yang akan dijalankan melalui Forum Genre sebagai bagian dari strategi pembangunan keluarga di daerah.

Ia menambahkan bahwa di era digital ini, pendidikan anak tidak cukup hanya dari sekolah, melainkan juga harus melibatkan pendidikan pengasuhan bagi orang tua. “Kalau tidak diajak komunikasi, anak-anak kita bisa merasa lebih dekat dengan ponsel daripada dengan orang tuanya. Maka, orang tua sejatinya harus hadir, bukan hanya secara fisik tapi juga emosional,” ujarnya.

Meski tidak menentang penggunaan gawai, Menteri Wihaji mengingatkan pentingnya memilah konten yang dikonsumsi anak-anak. “Yang baik silakan lanjut, tapi yang negatif harus dibatasi,” katanya.

Ia berharap Forum Genre dapat menjadi teladan di kalangan remaja SMP, SMA, hingga mahasiswa. “Jika mereka mampu menjadi contoh, Insya Allah yang lain akan mengikuti,” tutupnya. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru