Biadab! OPM Serang Guru dan Tenaga Kesehatan di Yahukimo, TNI Evakuasi Korban

- Penulis

Minggu, 23 Maret 2025 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyerang tenaga pengajar dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (21/3/2025). (dok. puspen tni)

Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyerang tenaga pengajar dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (21/3/2025). (dok. puspen tni)

JAKARTA – Aksi kekerasan kembali terjadi di Papua. Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyerang tenaga pengajar dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (21/3/2025).

Akibat serangan ini, satu orang meninggal dunia, enam orang mengalami luka-luka, serta fasilitas pendidikan dibakar.

Sebagai respons cepat, TNI langsung mengerahkan personel untuk mengevakuasi para korban dan mengamankan wilayah.

Kapuspen TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa TNI akan terus melindungi masyarakat, terutama tenaga pendidik dan kesehatan yang bertugas di daerah terpencil.

“TNI telah mengerahkan personel untuk mengevakuasi korban, mengamankan wilayah, dan mendukung pemulihan situasi pasca tindakan biadab dan pengecut dari OPM,” ujar Kristomei, Minggu (23/3/2025).

Serangan ini diduga dilakukan oleh kelompok OPM pimpinan Elkius Kobak. Mereka sebelumnya meminta sejumlah uang kepada para tenaga pengajar, namun karena permintaan itu tidak dipenuhi, kelompok ini nekat melakukan aksi brutal.

Mereka menganiaya enam orang guru, membakar gedung sekolah dan rumah guru, serta menimbulkan ketakutan di masyarakat.

TNI bersama aparat terkait telah berhasil mengevakuasi 42 tenaga pengajar dan tenaga kesehatan dari Yahukimo ke Jayapura.

Selain itu, pengamanan di wilayah rawan diperketat, dan koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memastikan para pelaku segera ditindak tegas.

Keberadaan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di Papua sangat penting bagi kemajuan masyarakat setempat. Karena itu, TNI berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan.

“TNI tidak akan tinggal diam terhadap aksi-aksi biadab yang mengancam keselamatan warga sipil dan stabilitas keamanan di Papua,” tegas Kristomei. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya
Reshuffle Prabowo Hari Ini? 8 Nama Pejabat Mencuat, Ada Jenderal TNI dan Kepala BNPB
DKPP Kebanjiran Aduan soal Putusan MK, Ketua dan Anggota KPU Dilaporkan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:32 WIB

BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik

Berita Terbaru