Beras Indonesia Bikin Importir Saudi Kepincut, Perum BULOG Bidik Pasar Haji

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut Buloh Ahmad Rizal Ramdhani saat perkenalkan beras Indonesia (dok. bulog)

Dirut Buloh Ahmad Rizal Ramdhani saat perkenalkan beras Indonesia (dok. bulog)

JEDDAH – Upaya memperluas pasar beras Indonesia di Timur Tengah mendapat sambutan positif setelah Perum BULOG memperkenalkan produk unggulannya langsung kepada para importir Arab Saudi dalam forum bisnis yang digelar di KJRI Jeddah.

Dalam kegiatan Bridging Supply and Service: Business Matching for Indonesian F&B Distributors and Hajj Catering Providers tersebut, Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengajak para importir mencicipi nasi yang dimasak dari beras Indonesia sekaligus membandingkannya dengan produk dari negara lain. Hasil uji cita rasa menunjukkan respons yang sangat positif terhadap Beras BULOG.

Para importir menilai beras Indonesia memiliki tekstur pulen, aroma yang baik, serta cita rasa yang sesuai dengan preferensi pasar Arab Saudi. Antusiasme ini menjadi sinyal kuat terbukanya peluang ekspor beras Indonesia, khususnya untuk memenuhi kebutuhan jemaah Haji dan Umrah.

Dalam paparannya, Dirut BULOG menjelaskan bahwa beras super premium BULOG berasal dari gabah segar hasil panen petani Indonesia. Produk tersebut diproses melalui Rice Milling Unit modern dengan standar mutu tinggi, kadar air terjaga, tingkat pecahan rendah, serta telah melalui uji laboratorium dan memenuhi standar ekspor.

“Alhamdulillah hari ini kami berada di KJRI Jeddah dalam rangka sosialisasi sekaligus menawarkan Beras BULOG untuk kebutuhan Haji 2026. Setelah pemaparan dan uji cita rasa bersama para importir, respons yang kami terima sangat baik dan cukup menarik minat mereka,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan resminya, sABTU (14/2/2026).

Ia menambahkan, BULOG optimistis importir di Makkah, Madinah, maupun Jeddah dapat menyerap beras BULOG dalam jumlah signifikan.

“Ini merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi kami apabila Beras BULOG dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji. Harapan kami, langkah ini menjadi berkah bagi bangsa Indonesia sekaligus memperkuat posisi produk pangan nasional di pasar internasional,” tambahnya.

Partisipasi BULOG dalam kegiatan ini menegaskan kesiapan perusahaan mendukung kebijakan pemerintah terkait ekspor beras, seiring dengan kondisi stok nasional yang kuat dan stabil. Ke depan, BULOG menargetkan penguatan kemitraan strategis dengan importir Saudi guna memastikan pasokan beras berkualitas tinggi yang berkelanjutan dan kompetitif.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Gudang Penuh, Stok Beras Nasional Aman: Presiden Pastikan Negara Hadir untuk Rakyat
Pimpinan BULOG Wilayah DKI Jakarta & Banten Memastikan Minyakita di Pasar-Pasar SP2KP Jakarta dalam Kondisi Tersedia
Harga BBM Non-Subsidi Naik Tajam April 2026, DPR Minta Harga Bahan Pokok Tetap Stabil
Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Pastikan Stok Beras Nasional Aman dan Melimpah
Biodiesel B50 Jadi Andalan Baru Alsintan, Kementan Klaim Performa Stabil
Pengamat Kritik Keras Nutri Level Kemenkes: Setengah Hati dan Tak Menyentuh Akar Masalah
BULOG Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
Kisah UMKM Rizkyanti, Dari Usaha Rumahan hingga Masuk Alfamart dan Pasar Ekspor

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:27 WIB

Gudang Penuh, Stok Beras Nasional Aman: Presiden Pastikan Negara Hadir untuk Rakyat

Minggu, 19 April 2026 - 16:47 WIB

Pimpinan BULOG Wilayah DKI Jakarta & Banten Memastikan Minyakita di Pasar-Pasar SP2KP Jakarta dalam Kondisi Tersedia

Minggu, 19 April 2026 - 11:25 WIB

Harga BBM Non-Subsidi Naik Tajam April 2026, DPR Minta Harga Bahan Pokok Tetap Stabil

Minggu, 19 April 2026 - 09:15 WIB

Biodiesel B50 Jadi Andalan Baru Alsintan, Kementan Klaim Performa Stabil

Sabtu, 18 April 2026 - 13:28 WIB

Pengamat Kritik Keras Nutri Level Kemenkes: Setengah Hati dan Tak Menyentuh Akar Masalah

Berita Terbaru