JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan pembangunan Bendungan Marangkayu di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2020. Dengan luas genangan mencapai 165 hektare (Ha), bendungan ini berpotensi mengairi 1.000 Ha lahan pertanian di Daerah Irigasi Marangkayu.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya pembangunan jaringan irigasi agar air dari bendungan bisa tersalurkan dengan optimal ke sawah-sawah petani.
“Bendungan ini harus diikuti dengan sistem irigasi yang baik agar benar-benar bisa mendukung swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya, Kamis (13/2/2025).
Bendungan ini dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PU. Bendungan ini memanfaatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Marangkayu yang luasnya sekitar 134,3 km², dengan kapasitas tampung mencapai 12,37 juta m³.
Air yang tertampung di bendungan akan dimanfaatkan untuk mengembangkan Daerah Irigasi Marangkayu.
Saat ini, lahan yang baru mendapatkan pengairan sekitar 500 Ha, sebagian besar masih mengandalkan sistem tadah hujan dan irigasi desa. Dengan adanya bendungan ini, luas lahan irigasi berpotensi meningkat menjadi lebih dari 1.000 Ha.
“Kami merancang sistem jaringan irigasi teknis yang memanfaatkan aliran Sungai Marangkayu sebagai sumber air utama,” jelas Dody. Ia menambahkan, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan intensitas suplai air, sehingga masa panen dalam setahun bisa bertambah.
Pembangunan Bendungan Marangkayu dibiayai oleh APBN dengan anggaran mencapai Rp177,46 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Waskita Karya (Persero) – PT Brantas Abipraya.
Selain mendukung sektor pertanian, bendungan ini juga akan berfungsi sebagai penyedia air baku sebesar 450 liter/detik serta berperan dalam pengendalian banjir di wilayah sekitarnya.
Pemerintah berharap dengan beroperasinya Bendungan Marangkayu, ketahanan pangan dan ketersediaan air di Kalimantan Timur semakin meningkat.
“Bendungan ini bukan hanya untuk irigasi, tapi juga sebagai solusi jangka panjang bagi kebutuhan air bersih dan pengurangan risiko banjir,” pungkas Dody. ***
Penulis : amanda az
Editor : ameri













