Aliansi Pengemudi Online Bersatu (APOB) Rencanakan Aksi Besar-besaran di Istana Merdeka

- Penulis

Senin, 24 Februari 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan Pengemudi Ojek Online Melakukan Aksi Demonstrasi Menuju Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Ribuan Pengemudi Ojek Online Melakukan Aksi Demonstrasi Menuju Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Para pengemudi ojek online (ojol) berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Diperkirakan, sekitar 100 ribu mitra driver akan turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan mereka kepada pemerintah.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, memastikan bahwa aksi tersebut akan dipimpin oleh berbagai aliansi ojol dari setiap daerah.

“Demonstrasi ini akan digerakkan oleh aliansi pengemudi online dari berbagai provinsi. Untuk Jakarta sendiri, akan dikoordinasikan oleh Aliansi Pengemudi Online Bersatu (APOB) dengan titik aksi di Istana Merdeka,” ungkap Igun pada Senin (23/2).

Selain di ibu kota, demonstrasi serupa juga akan terjadi di beberapa wilayah lain, termasuk Jawa Tengah. Ribuan pengemudi ojol diperkirakan akan ambil bagian dalam aksi tersebut.

“Di Jawa Tengah, aliansi SAKO juga telah menyatakan akan mengerahkan sekitar seribu pengemudi ojol untuk berunjuk rasa di kantor Gubernur Jawa Tengah. Secara keseluruhan, aksi di wilayah ini diperkirakan melibatkan 5.000 hingga 6.000 peserta,” jelasnya.

Meski belum mengungkapkan tanggal pasti pelaksanaan aksi, Igun mengisyaratkan bahwa demonstrasi ini akan berlangsung dalam waktu dekat. Aksi ini, katanya, merupakan bentuk protes terhadap lemahnya penegakan aturan terhadap aplikator yang diduga melanggar regulasi.

“Kami sudah cukup bersabar. Hingga saat ini, pengemudi ojol masih menghadapi ketidakadilan akibat kebijakan aplikator yang bertentangan dengan aturan, termasuk Permenhub PM No.12 tahun 2019 dan Kepmenhub KP No.1001 tahun 2022 yang mengatur tarif dan potongan aplikasi,” tegasnya.

Sebagai bentuk tekanan lebih lanjut, Igun menyebut bahwa pihaknya juga merencanakan aksi lain yang lebih ekstrem jika tuntutan mereka tak dipenuhi.

“Jika tidak ada respons dari pemerintah, kami akan melakukan Aksi Mematikan Aplikasi Massal. Selain itu, untuk wilayah Jabodetabek, demonstrasi di Istana Merdeka akan tetap berjalan guna menuntut Presiden agar bertindak tegas terhadap aplikator yang melanggar regulasi,” pungkasnya. (RKL)

Penulis : Rahmat Kurnia

Editor : Erka

Berita Terkait

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya
Reshuffle Prabowo Hari Ini? 8 Nama Pejabat Mencuat, Ada Jenderal TNI dan Kepala BNPB
DKPP Kebanjiran Aduan soal Putusan MK, Ketua dan Anggota KPU Dilaporkan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:32 WIB

BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik

Berita Terbaru