Menjadi World Class University: Bagaimana Mencapai Standar Internasional dalam Pendidikan Tinggi di Indonesia

- Penulis

Selasa, 7 Mei 2024 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc.(dok. Humas Diktiristek)

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc.(dok. Humas Diktiristek)


RENTAK.ID – Pendidikan tinggi adalah kunci untuk memajukan sumber daya manusia di Indonesia. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, sistem pendidikan tinggi di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, baik dari segi akses, kualitas, maupun relevansi.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., dalam Forum Group Discussion (FGD) Bulan Pendidikan di Universitas Negeri Surabaya pada 4 Mei 2024, ada tiga masalah utama yang masyarakat harus atasi.

“Tantangan pertama adalah kesenjangan akses. Angka partisipasi akses pendidikan orang Indonesia masih di kisaran 30-40%. Artinya, jumlah lulusan SMA/SMK/sederajat yang melanjutkan ke perguruan tinggi masih sangat terbatas. Selain itu, angka tersebut masih di bawah Vietnam dan Thailand, apalagi Singapura,” katanya dalam keterangannya, Selasa (7/5/2024).

Tantangan kedua adalah kesenjangan kualitas. Indonesia memiliki 4.356 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Oleh karena itu, banyak perguruan tinggi menciptakan kesenjangan kualitas yang sangat mempengaruhi pembelajaran dan kualitas dosen.

“Tantangan terakhir adalah relevansi. Program merdeka belajar hadir untuk mempersempit kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri. Namun, tersedianya program tersebut masih belum cukup untuk menyelesaikan kesenjangan relevansi yang ada,” ucapnya.

Pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya adalah meningkatkan angka partisipasi akses pendidikan tinggi.

Selain itu, strategi lain yang dilakukan adalah meningkatkan mutu dan relevansi, meningkatkan mutu dosen dan tenaga kependidikan, dan memperkuat tata kelola pendidikan tinggi.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa masih ada tantangan lain yang perlu diatasi untuk mencapai “world class university” seperti pengajaran berstandar internasional, penelitian yang diakui dunia, kapasitas inovasi yang mampu menyelesaikan persoalan bangsa, mampu melahirkan talenta global baik itu dosen, mahasiswa maupun lulusannya.

Untuk mengatasi tantangan dalam pendidikan tinggi Indonesia, kolaborasi antar-semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan sangatlah penting.

Menjadi semangat bagi setiap individu untuk terus berinovasi dan belajar di luar kelas adalah salah satu kunci sukses. Kualitas pembelajaran dan kolaborasi antar pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan menjadi kunci penting dalam menjawab tantangan masa depan.

Dalam momentum Bulan Pendidikan ini, Rektor Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. menegaskan pentingnya semangat belajar, kualitas pembelajaran serta kolaborasi antar semua pihak yang hadir dalam dunia pendidikan.

Bersama menjalankan semangat merdeka belajar, diharapkan cita-cita mulia wujudkan generasi yang cerdas, berakhlak dan siap menghadapi tantangan masa depan dapat dicapai.

Forum Group Discussion (FGD) Bulan Pendidikan di Universitas Negeri Surabaya dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Negeri Surabaya, pelajar tinggi, serta pimpinan perguruan tinggi di Indonesia.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru