Pengembangan Pariwisata Halal Indonesia Melalui Santri Digitalpreneur Indonesia di Balikpapan

- Penulis

Rabu, 1 Mei 2024 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sandiaga Salahuddin Uno memberikan dukungan dalam meningkatkan literasi digital dan motivasi bagi para santri di Balikpapan. (dok. Kemenparerkarf)

Sandiaga Salahuddin Uno memberikan dukungan dalam meningkatkan literasi digital dan motivasi bagi para santri di Balikpapan. (dok. Kemenparerkarf)

RENTAK.ID – Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno memberikan dukungan dalam meningkatkan literasi digital dan motivasi bagi para santri di Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk menjadi santri modern yang dapat menciptakan konten kreatif dengan menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia 2024 diselenggarakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat, Balikpapan. Menparekraf Sandiaga mengajak para santri untuk berkontribusi dalam mendukung pariwisata halal Indonesia melalui digitalisasi.

Indonesia telah dinobatkan sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia versi Global Muslim Travel Index 2023. Oleh karena itu, digitalisasi pariwisata halal Indonesia harus terus ditingkatkan secara menyeluruh.

Menparekraf Sandiaga memaparkan, “Oleh karena itu, santri harus memiliki bekal kemampuan mencetak produk-produk yang berkualitas dan menjualnya dalam bentuk penyiapan konten-konten digital,” ujarnya dikutip, Rabu (1/5/2024).

Sandiaga Uno memberikan rumusan membuat konten yang sejalan dengan sifat-sifat utama Rasulullah, yaitu fathonah, amanah, shidiq, dan tabligh. Konten digital yang berkualitas bisa dicetak oleh para santri dengan bekal keterampilan yang dimiliki.

Sejalan dengan itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian juga menambahkan bahwa para santri selalu dianggap remeh dalam kontribusi pembangunan ekonomi. Namun, para santri sudah terbukti memiliki kualitas yang baik dalam pendidikan agama Islam.

“Para peserta Santri Digitalpreneur Indonesia dipilih berdasarkan minat para santri terhadap proses kreatif dan digitalisasi,” kata Hetifah.

Santri Digitalpreneur Indonesia akan dilaksanakan di 10 kota, yakni Lombok Barat, Balikpapan, Sukabumi, Banyuwangi, Gorontalo, Padang Panjang, Surakarta, Wajo, Gresik, dan Pekanbaru.

Setiap kelompok dari santri akan mengekspresikan kreativitas mereka dalam menciptakan satu konten yang berkualitas, selama 4 hari pelatihan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para santri dalam menciptakan konten kreatif dan digitalisasi, serta mendorong pengembangan pariwisata halal Indonesia secara menyeluruh.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru