Komisi VI DPR: Pemerintah Gagal Kelola Produksi Beras, Harga Tertinggi Sepanjang Sejarah!

- Penulis

Jumat, 1 Maret 2024 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beras Bulog yang diimpor dari Vietnam tiba di Tanjung Priok. (ist)

Beras Bulog yang diimpor dari Vietnam tiba di Tanjung Priok. (ist)

RENTAK.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Johan Rosihan, merespon perkembangan harga beras yang semakin mahal dan langka di pasaran, bahkan dinilai sebagai harga beras tertinggi dalam sejarah.

Menurut Johan, kondisi tersebut adalah akibat dari kegagalan pemerintah dalam hal produksi beras dan buruknya tata kelola beras mulai dari hulu sampai ke hilir.

Johan menyayangkan pernyataan Presiden Jokowi yang hanya menyalahkan perubahan cuaca sebagai penyebab kenaikan harga beras, dan tidak memberikan solusi yang memadai terkait hal tersebut.

Johan menambahkan bahwa meskipun terjadi penurunan produksi beras akibat perubahan iklim, jumlahnya tidaklah signifikan.

“Penyebab yang terus menurunnya produksi beras adalah terjadinya laju alih fungsi lahan dari pertanian ke non-pertanian yang terus meningkat setiap tahun,” kata Johan, Kamis (29/2/2024.

. Selain itu, penurunan produktivitas padi dan beras akibat penggunaan pupuk dan pestisida berlebih turut berkontribusi pada fenomena tersebut.

Johan menila, Kebijakan Impor beras selama ini selalu merugikan petani dan masyarakat luas, dan menjadi sebab rosaknya kemandirian pangan nasional.

“Oleh karena itu, pemerintah segera mengambil langkah konkrit untuk mengatasi persoalan beras ini,” bebernya.

Menurut Johan, pemerintah perlu melakukan terobosan baru untuk meningkatkan produksi beras, seperti optimalisasi seluruh daerah produksi beras dengan dukungan anggaran yang besar untuk kebutuhan benih, pupuk, alsintan, dan irigasi yang prima sebagai langkah intensifikasi produksi.

Johan mendorong peningkatan produksi beras melalui penggunaan padi unggul bersertifikat, yang dapat meningkatkan produktivitas dengan system budidaya yang lebih baik.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pemerintah harus mengatasi kondisi kehilangan hasil produksi padi yang masih besar di Indonesia melalui penanganan pascapanen yang tepat.

Johan menegaskan bahwa persoalan kelangkaan dan harga beras yang terus meroket ini, harus dilihat secara holistik.

“Pemerintah harus memperbaiki tata kelola beras dan angka produksi yang terus menurun setiap tahun,” bebernya.

Menurut data BPS, rata-rata konsumsi beras per kapita telah mengalami penurunan 11,6% dalam 10 tahun terakhir.

Selain itu, Johan menganjurkan agar pola distribusi beras perlu diperbaiki agar lebih efisien di seluruh wilayah Indonesia serta integrasi harga beras di pasaran mengingat harga beras domestik yang cenderung lebih tinggi dibandingkan harga beras internasional.

Johan juga menyinggung mengenai rendahnya kinerja dan anggaran pertanian pada tahun 2023 yang lalu, yang mengakibatkan produksi beras mengalami penurunan sekitar satu juta ton.

Bahkan, banyak warga yang harus antre berjam-jam untuk mendapatkan beras murah karena harga beras melonjak tajam menjadi Rp 14.000 per kilogram untuk beras medium dan Rp 18.000 per kilogram untuk beras premium.

“Pemerintah harus segera melakukan strategi untuk menjaga stabilitas harga beras sebagai komoditi pangan pokok demi ketahanan pangan dan stabilitas nasional,” tutupnya. ***

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru