Pekik “Ganjar Presiden” Menggema di Sentra Bibit Tanaman Holtikultura di Purworejo

- Penulis

Jumat, 2 Februari 2024 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ganjar Pranowo Sentra Bibit Tanaman Holtikultura di Purworejo

Ganjar Pranowo Sentra Bibit Tanaman Holtikultura di Purworejo

RENTAK,ID – Usai melakukan kampanye di Manado Sulawesi Utara, Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo langsung bertolak ke Petani Pembibitan CV Wahyu Tani Putra, Desa Bedono Karangduwur, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (1/2/24) malam.

Kawasan ini merupakan sentra penyediaan bibit tanaman holtikultura siap tanam untuk petani dan warga seluruh Indonesia. Ganjar mengenakan kemeja kelir hitam bergambar simbol tiga jari langsung diserbu ribuan warga yang telah menunggu kedatangannya.

Antusiasme warga ini menandakan rasa kangen dan cinta yang begitu mendalam terhadap eks Gubernur Jawa Tengah dua periode itu. Pekik “Ganjar Presiden” juga menggema saat alumni fakultas Hukum UGM itu berinteraksi dengan warga.

Sejurus kemudian, Ganjar bersama salah satu ibu-ibu melakukan pembibitan tanaman holtikultura yakni jeruk, alpukat, dan belimbing.

Ganjar mengapresiasi sentra pembibitan yang diinisiasi atas kesadaran warga. Keuletan mereka tentunya di samping menciptakan peluang ekonomi baru, terbukanya lapangan pekerjaan, juga secara impulsif mendorong terwujudnya ketahanan pangan nasional.

“Tadi saya lihat jeruk, ada belimbing, ada alpukat, sehingga banyak sekali dan yang menarik ternyata seminggu setidaknya karya dari ibu-ibu ini saja, ini kurang lebih 10 ribu (bibit) dalam satu minggu berarti 40 ribu (bibit) kurang lebih dalam satu bulan,” jelas Ganjar.

Pemerataan sentra pembibitan sejenis, lanjut Ganjar, juga perlu dilakukan ekskalasi pada berbagai wilayah di Indonesia.

Tentu hal ini mesti perlu adanya intervensi peran dari pemerintah, perguruan tinggi, maupun lembaga terkait untuk mendukung pertumbuhan sentra bibit unggul tanaman holtikultura.

“Maka kalau kita berbicara banyak bibit-bibit yang dibutuhkan lebih banyak dari bawah, dari desa, dari lokal ternyata ada, tinggal perhatian kita dari pemerintah untuk bisa mengembangkan mereka,” pungkas dia. (*)

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru