Tradisi Unik di Indonesia yang Jarang Terdengar

- Penulis

Selasa, 12 Desember 2023 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



Indonesia, negara kepulauan yang dipenuhi keindahan alam dan keberagaman budaya, menyimpan sejuta rahasia di setiap desa yang tersebar di seluruh nusantara. Di antara hiruk-pikuk modernitas, terdapat desa-desa yang menjadi penjaga api tradisi, menyimpan cerita-cerita lama yang mungkin jarang terdengar oleh dunia luar.

Dalam perjalanan menelusuri keunikan budaya, kami memandang ke arah desa-desa terpencil yang mencerminkan keberagaman warisan nenek moyang. Inilah kisah-kisah tradisi unik yang tersembunyi di balik pepohonan dan lereng gunung, membuktikan bahwa warisan budaya Indonesia tidak hanya menjadi sejarah, tetapi juga merajut kehidupan sehari-hari di setiap desa yang ada.

Tradisi Mekare-kare, Bali

Bali terkenal akan keindahan alamnya. Pulau Dewata itu juga mempunyai kebudayaan yang sarat akan makna, salah satunya adalah tradisi Mekare-kare atau yang biasa disebut Upacara Perang Pandan dari Desa Tenganan, Karangasem. Upacara ini merupakan bentuk persembahan yang dilakukan sebagai penghormatan pada Dewa Indra, dewa perang dalam kepercayaan Hindu di Bali.

Upacara Mekare-kare biasanya dilakukan setiap tahun pada sasih kalima atau setiap sekitar bulan Juni dalam kalender Masehi. Umumnya, upacara akan diawali dengan memohon keselamatan dan kemudian dilanjutkan dengan pertarungan menggunakan daun pandan.

Tradisi Tabuik, Sumatera Barat
Tradisi ini berasal dari kota Pariaman, Sumatera Barat. Tabuik diambil dari bahasa Arab yang artinya peti kayu. Secara simbolik, tradisi ini menggambarkan kebesaran Allah SWT yang membawa terbang jenazah Husein ke langit dengan buraq karena meninggal mengenaskan dalam Perang Karbala.

Tradisi ini dilaksanakan secara besar-besaran, dimulai dari tanggal 1 Muharram hingga 15 Muharram. Dimulai dengan mengambil tanah, menebang batang pisang, mataam, mengarak jari-jari, mengarak sorban, tabuik naik pangkek, hingga hoyak tabuik.

Tradisi Bau Nyale, Nusa Tenggara Barat
Di Nusa Tenggara Barat terdapat tradisi unik menangkap cacing laut di sepanjang pantai pulau Lombok. Tradisi ini dilakukan secara turun-temurun setiap tanggal 20 di bulan 10 pada penanggalan Suku Sasak atau sekitar bulan Februari pada kalender Masehi. 

Dalam tradisi ini, ribuan orang menangkap cacing laut atau nyale yang dipercaya adalah jelmaan Putri Mandalika. Mandalika sendiri merupakan putri cantik yang menghanyutkan diri ke laut lepas supaya terhindar dari peperangan antar pangeran yang memperebutkan dirinya.

Tradisi Bau Nyale diselenggarakan di sepanjang pantai bagian selatan hingga ke timur. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, banyak atau tidaknya nyale yang muncul diyakini sebagai pertanda banyak tidaknya hasil panen para petani di tahun itu.

Tradisi Dugderan, Jawa Tengah
Memasuki bulan suci Ramadan, ada hal menarik yang dilakukan oleh warga Semarang dalam menyambut bulan ini. Mereka mempunyai tradisi unik yang disebut dugderan yang telah ada sejak masa kepemimpinan Bupati Kyai Raden Mas Tumenggung Purbaningrat. Tradisi ini pada awalnya muncul akibat perbedaan pendapat masyarakat mengenai penetapan dimulainya Ramadan.

Tradisi dugderan diawali dengan upacara dan penampilan para penari, lalu disusul oleh arak-arakan warak ngendog, atraksi warak ngendog, dan parade menuju Masjid Kauman Semarang atau Masjid Agung Jawa Tengah.

Tradisi Seba, Banten

Suku Baduy dari Lebak, Banten ternyata memiliki tradisi unik yang jarang diketahui banyak orang lho, yakni upacara Seba. Upacara ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah kepada Yang Maha Kuasa, serta harapan akan keselamatan. 

Upacara ini juga bisa diartikan sebagai kunjungan resmi masyarakat Badui setelah musim panen, di mana masyarakat BaduI menyerahkan hasil panen mereka ke Bupati dan pemerintah menyerahkan bingkisan juga pada perwakilan masyarakat Baduy.***

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru