Fenomena Drakor dalam Politik Indonesia: Sebuah Refleksi

- Penulis

Minggu, 19 November 2023 - 06:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi panggung politi. (ist)

Ilustrasi panggung politi. (ist)

RENTAK.ID – Dampak fenomena drakor dalam politik Indonesia saat ini, termasuk mengapa fenomena ini mencuat dan bagaimana itu mempengaruhi kualitas demokrasi dan sikap politik masyarakat.

Sebelum kita mulai membahas mengapa ada fenomena drakor, maka perlu diketahui apa sebenarnya ‘drakor’ itu.

Drakor atau drama Korea adalah jenis tayangan hiburan berasal dari Korea Selatan yang belakangan ini tengah menjadi tren di berbagai negara, termasuk di negeri ini, Indonesia. Bukan hanya aspek kebudayaan yang dimunculkan oleh drakor tetapi juga membuat dampak pada ranah politik Indonesia.

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, pengaruh drakor pun semakin merasuki kehidupan masyarakat kita. Bukan hanya dalam hal fashion, musik dan budaya lainnya, tapi juga politik. Tidak jarang figur-figur politik di Indonesia kerap kali menggandeng selebriti dari Korea Selatan, atau menggunakan strategi pemasaran yang terinspirasi dari drakor, untuk membangun popularitas mereka sendiri.

Salah satu faktor utama mengapa fenomena drakor tersebar luas dalam politik Indonesia saat ini adalah pengaruh media. Media massa seperti televisi, majalah, dan internet telah memainkan peran yang besar dalam menyebarkan tren, fashion, dan bahkan gaya hidup Korea Selatan. Fenomena menjamurnya tayangan drakor dan K-pop di Indonesia telah menyebabkan banyak figur politik melihat potensi di dalamnya untuk meraih simpati.

Drama Korea juga menciptakan ide-ide baru tentang kepemimpinan dan karakter politik yang menggairahkan masyarakat. Hal ini membuat orang membandingkan tokoh politik mereka dengan karakter dalam drakor yang berbau kepemimpinan. Dalam banyak kasus, karakter-karakter ini menjadi semacam figur idola atau panutan.

Namun, kita harus bijaksana dalam menilai fenomena ini. Mengagumi karakter dalam drakor itu adalah hal yang wajar, tapi jika hal itu mulai mempengaruhi pandangan kita terhadap politik, kita perlu berpikir kritis dan objektif.

Fenomena drakor dalam politik di Indonesia saat ini tentu menjadi pembahasan yang menarik, dan bisa jadi terus berkembang seiring dengan pertumbuhan popularitas drakor di masyarakat kita. Hal yang perlu kita perhatikan adalah sejauh mana pengaruh drakor dalam politik mampu menciptakan efek positif dan kerja sama yang konstruktif antara masyarakat dan pemangku kepentingan politik.

Penting bagi kita untuk mempertimbangkan fenomena drakor dalam politik Indonesia dengan bijak. Kesenangan dan kegemaran pada drakor sepantasnya ditempatkan pada tempatnya, sebagai hiburan yang menarik dan mencerdaskan. Akan tetapi, ketika berbicara soal politik, penting bagi kita untuk tetap rasional dan objektif dalam menilai kinerja serta kebijakan para pemimpin kita.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru