RENTAK.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (Ditjen PKRL) mengundang generasi muda Surabaya untuk melestarikan hewan laut dan ekosistemnya, serta menjaga kebersihan dan kesehatan laut.
Seruan ini disampaikan dalam kegiatan Edukasi Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut yang diselenggarakan bersama SMP Islam Al Azhar Kelapa Gading Surabaya. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL).
Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL), Firdaus Agung, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya kolaboratif untuk menginspirasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati laut dan kebersihan laut.
“Kami percaya bahwa pendidikan konservasi laut merupakan kunci untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut. Pesan yang ingin kami sampaikan kepada generasi muda adalah bahwa aksi kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menciptakan dampak positif besar bagi lingkungan laut. Dalam hal ini, penting bagi kita semua untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan kesehatan laut,” tutur Firdaus dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (31/10/2023).
Firdaus juga menjelaskan bahwa laut sebagai sumber pangan, penyimpan karbon (blue carbon), habitat keanekaragaman hayati, dan sumber perekonomian merupakan aset penting bagi kehidupan manusia.
Berdasarkan hasil penilaian Ocean Health Index (OHI) Global, lebih dari 1 miliar orang sangat bergantung pada ikan sebagai sumber protein, dan lebih dari 350 juta orang di seluruh dunia bergantung pada sektor kelautan dan perikanan untuk mencari nafkah.
“Laut yang bersih dan sehat akan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.
Untuk melindungi laut, lanjutnya. KKP saat ini sedang mempercepat lima program berbasis ekonomi biru untuk menjaga kesehatan ekosistem laut, mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata di wilayah pesisir, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Salah satunya adalah dengan memperluas kawasan konservasi laut hingga 30% dari luas perairan pada tahun 2045 dan membersihkan sampah plastik di laut melalui Gerakan Partisipasi Nelayan atau Bulan Cinta Laut,” jelas Firdaus.













