Ditengah Perang Israel-Palestina Berkecamuk, 129 WNI Tak Mau Dievakuasi

- Penulis

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pengungsi Ppalestina. (ist)

Ilustrasi Pengungsi Ppalestina. (ist)

RENTAK.ID – Perang Israel-Palestina masih berkecamuk, namun sebanyak 129 WNI yang berada di Palestina dan Israel tak mau dievakuasi.

Hal ini dikatakan Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha. Ia mengatakan, ratusan WNI yang tidak mau dievakuasi adalah warga Indonesia yang menikah dengan warga setempat. Atau yang telah memiliki pekerjaan tetap di Tepi Barat, Tel Aviv, dan Yerusalem.

“Tugas pemerintah adalah memberikan informasi mengenai penilaian situasi keamanan. Tetapi pilihan (evakuasi) dikembalikan kepada masing-masing WNI. Kami tidak bisa memaksa,” ujar Judha dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip, Minggu (15/10/2023).

Menurutnya, sesuai dengan UU Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, pemerintah telah menyampaikan informasi terkini mengenai situasi keamanan. Yakni di Palestina dan Israel serta mengimbau pada WNI agar segera meninggalkan wilayah konflik.

“Namun, berdasarkan informasi terkini, dari 133 WNI yang berada di luar Jalur Gaza. Hanya empat orang yang ingin meninggalkan wilayah tersebut sementara yang lainnya (menolak dievakuasi) karena merasa aman,” katanya.

Selain 133 WNI yang tersebar di sejumlah wilayah Israel dan Palestina, pemerintah mencatat juga ada 10 WNI berada di Jalur Gaza. Mereka menjadi sasaran utama serangan udara militer Israel ke Palestina.

Dengan begitu, tercatat total 143 WNI berada di wilayah konflik Israel-Palestina.
Sejak perang kembali pecah Kemlu segera melakukan koordinasi intensif dengan pihak berkaitan.

Seperti KBRI Amman, KBRI Kairo, KBRI Beirut, dan KBRI Damaskus, serta PTRI Jenewa. Untuk memperoleh informasi tentang situasi keamanan terkini serta mempersiapkan rencana evakuasi WNI.

Masing-masing perwakilan RI di Yordania, Mesir, Lebanon, dan Suriah juga melakukan koordinasi dengan otoritas negara setempat. Termasuk dengan pihak imigrasi untuk mengantisipasi jika para WNI dievakuasi ke negara-negara tetangga Palestina dan Israel itu.

“Kemudian kita menyusun rencana kontijensi, termasuk rute skenario evakuasi,” ujar Judha. Rute tersebut mencakup jalur darat menuju Amman, Yordania, jalur darat menuju Kairo, Mesir, serta jalur udara dengan penerbangan komersial menuju negara ketiga.

“Jadi kita tidak hanya menyusun satu skenario saja karena situasi di lapangan sangat sulit. Belajar dari pengalaman-pengalaman evakuasi sebelumnya, berbagai macam opsi kita buka, nanti pelaksanaannya bergantung pada situasi di lapangan,” katanya.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru