JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan pekerja agar mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026. Modusnya beragam, mulai dari tautan palsu hingga pesan berantai yang meminta data pribadi dengan dalih pencairan bantuan.
Pekerja diminta tidak sembarangan mengeklik tautan atau menyerahkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), kode OTP, PIN, maupun kata sandi kepada pihak yang tidak terverifikasi.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, menegaskan bahwa informasi mengenai BSU harus diperiksa melalui kanal resmi pemerintah.
“Jangan mudah percaya pada informasi di luar kanal resmi Kemnaker dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas,” ujar Indah dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (25/10/2026).
Kenali Modus Penipuan BSU 2026
Indah menjelaskan, pelaku penipuan biasanya menyebarkan pesan melalui WhatsApp atau pesan langsung (direct message/DM) di media sosial. Pesan tersebut sering disertai tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran atau pencairan BSU.
Pekerja perlu curiga jika sebuah tautan meminta data pribadi secara tidak wajar atau menjanjikan pencairan bantuan melalui mekanisme yang tidak jelas. Pencantuman logo Kemnaker pada pesan maupun situs juga tidak otomatis membuktikan bahwa informasi tersebut resmi.
Untuk memastikan kebenaran informasi, pekerja dapat memantau kanal komunikasi resmi Kemnaker dan mengakses laman bsu.kemnaker.go.id.
Jika laman tersebut belum dapat diakses, pekerja diimbau menunggu informasi resmi. Jangan beralih ke tautan alternatif yang sumber dan keasliannya belum dapat dipastikan.
Empat Cara Menghindari Penipuan BSU
Agar tidak menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan BSU 2026, Kemnaker mengingatkan pekerja untuk melakukan empat langkah pencegahan berikut:
Periksa alamat situs. Pastikan alamat laman benar sebelum mengeklik tautan atau memasukkan informasi pribadi.
Rahasiakan data keamanan. Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, atau kata sandi kepada orang lain.
Jangan membayar biaya pencairan. Waspadai permintaan uang dengan alasan mempercepat atau mempermudah penerimaan BSU.
Verifikasi informasi. Jika menemukan pesan mencurigakan, tutup tautan dan periksa kebenarannya melalui kanal resmi Kemnaker.
Indah menegaskan, kewaspadaan pekerja menjadi penting untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi oleh pihak yang memanfaatkan informasi bantuan pemerintah.
Ia juga menyampaikan bahwa Menteri Ketenagakerjaan Yassierli telah mengingatkan jajarannya untuk mengantisipasi berbagai modus penipuan yang mencatut nama kementerian maupun program BSU.
“Bapak Menaker Prof. Yassierli selalu mengingatkan kami untuk mengantisipasi maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan BSU dan Kementerian,” pungkas Indah.
Kemnaker mengimbau pekerja untuk tidak terburu-buru menindaklanjuti pesan yang menjanjikan bantuan. Memastikan sumber informasi sebelum memberikan data pribadi menjadi langkah penting agar terhindar dari penipuan digital.
Penulis : lazir
Editor : ameri






