Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

- Penulis

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. (foto. kemendikdasmen)

Mendikdasmen Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. (foto. kemendikdasmen)

PONTIANAK – Sebanyak 943 sekolah di Kalimantan Barat mendapat program revitalisasi pada 2026 dengan total anggaran Rp846,68 miliar. Program ini diharapkan menghadirkan fasilitas belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi murid maupun guru.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di SMAN 7 Pontianak dan SD Negeri 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (17/10/2026).

“Kita targetkan revitalisasi ribuan satuan pendidikan tahun ini sebagai wujud komitmen Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki mutu dan kualitas pembelajaran anak bangsa di seluruh Indonesia,” ujar Mu’ti.

SMAN 7 Pontianak menerima bantuan Rp1,05 miliar untuk memperbaiki laboratorium komputer, laboratorium bahasa, dan ruang kelas. Kepala sekolah Ibrahim mengatakan, sejak berdiri pada 1973, sekolah tersebut belum pernah menerima program revitalisasi.

Kerusakan fasilitas dan keterbatasan ruang kelas membuat sekolah harus menerapkan pembelajaran dua sesi, pagi dan sore, selama dua tahun terakhir.

“Yang darurat kami utamakan dulu, demi kenyamanan dan keamanan belajar,” kata Ibrahim.

Harapan serupa disampaikan murid. Aida Nafisa Aristantio, siswi kelas XII, berharap perbaikan segera selesai agar kegiatan belajar kembali berjalan normal.

Sementara itu, SD Negeri 39 Sungai Raya memperoleh bantuan Rp2,2 miliar untuk merehabilitasi ruang kelas dan membangun ruang kelas baru.

“Wah, senang banget, karena ruangan baru juga, tambah senang, tambah semangat,” ujar Aqila Viandra, siswi kelas 6A.

Di Kota Pontianak sendiri, revitalisasi mencakup 46 sekolah dengan anggaran Rp38,35 miliar. Program tersebut juga melibatkan 585 tenaga kerja lokal.

Secara nasional, pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan pada 2026. Pada tahun sebelumnya, sebanyak 16.167 sekolah telah menerima program serupa.

Mendikdasmen mengajak seluruh pihak terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan agar setiap anak Indonesia memperoleh fasilitas belajar yang layak.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Berita Terbaru