Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI

- Penulis

Senin, 28 September 2026 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta (foto. kemenag)

International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta (foto. kemenag)

JAKARTA – International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta melahirkan The International Assembly of Mosque Imams (IAMI), wadah internasional bagi para imam besar dunia. Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, dipercaya menjadi presiden pertama.

IGIC 2026 berlangsung 25–27 September dan diikuti imam, mufti, serta delegasi dari 46 negara. Peserta datang dari berbagai kawasan, termasuk Eropa, Amerika Latin, Asia, dan Asia Tenggara.

Nasaruddin mengaku berterima kasih atas kepercayaan tersebut sekaligus meminta dukungan para imam besar dunia.

“Saya merasa tidak pantas untuk dipilih menjadi pimpinan imam besar. Saya takut mengecewakan harapan dari sini,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Ia menegaskan kesiapannya menjalankan amanah tersebut demi kemaslahatan umat.

Menurut Nasaruddin, IAMI dibentuk untuk memperkuat peran masjid, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, solidaritas sosial, dan perdamaian.

“Selama ini umat yang memberdayakan masjid, tetapi kita harus membalik, masjidlah yang harus memberdayakan umat,” tegasnya.

IAMI memiliki lima pilar, yakni keharmonisan masjid, kepemimpinan imam, diplomasi keagamaan, perdamaian global dan aksi kemanusiaan, serta masjid dan komunitas berkelanjutan.

Jakarta ditetapkan sebagai sekretariat permanen IAMI. Organisasi ini juga akan menggelar pertemuan virtual bulanan para imam besar dunia untuk membahas berbagai persoalan keumatan.

Selain pembentukan IAMI, IGIC 2026 menghasilkan Jakarta Understanding. Kesepakatan ini menegaskan peran imam dalam diplomasi keagamaan dan perdamaian dunia.

“Perdamaian adalah tanggung jawab bersama umat manusia dan masjid bisa menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan,” kata Nasaruddin.

Jakarta Understanding juga menegaskan bahwa diplomasi keagamaan dapat memperkuat hubungan antarbangsa serta menyatakan dukungan terhadap hak rakyat Palestina.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Peringatan HUT ke-81 RI, Dihadiri 100 Ribu Jemaah
Pondok Pesantren Khomsani Nur Kembali Melahirkan Dua Hafiz Al-Qur’an 30 Juz
Kemenag Luncurkan Gernas RANA, Perkuat Perlindungan Anak di Pesantren dan Madrasah dari Berbagai Bentuk Kekerasan
Dompet Dhuafa Gelar Program BesTeam “Belanja Ceria Tebar Bahagia” Bersama 120 Anak Yatim di Jakarta Pusat
MUI: Mufti Jangan Baper Hadapi Bullying di Media Sosial, Tugas Fatwa Harus Tetap Jalan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:39 WIB

Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Peringatan HUT ke-81 RI, Dihadiri 100 Ribu Jemaah

Berita Terbaru