Banjir Bandang Solok, Menko PMK Minta Pemulihan Dipercepat dan Hunian Dibangun di Lokasi Aman

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko PMK Pratikno saat di kawasan Arosuka Solok (foto. pmk)

Menko PMK Pratikno saat di kawasan Arosuka Solok (foto. pmk)

JAKARTA — Pemerintah diminta bergerak cepat menangani dampak banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Selain memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi, pemerintah juga mulai menyiapkan langkah pemulihan agar wilayah tersebut lebih aman menghadapi potensi bencana susulan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno turun langsung meninjau kondisi wilayah terdampak pada Kamis (24/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan penanganan darurat sekaligus memastikan layanan dasar bagi masyarakat berjalan.

Pratikno didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. Keduanya bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan jajaran Pemprov Sumbar meninjau sejumlah titik terdampak.

Rombongan kemudian diterima Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wakil Bupati Solok H. Candra, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, serta jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait.

Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Senin malam (21/9/2026). Lumpur, batu, pasir, dan material kayu terbawa arus hingga masuk ke permukiman.

Material banjir juga menutup akses jalan utama dan menerjang sejumlah fasilitas pemerintahan. Hingga peninjauan dilakukan, tim gabungan masih menjalankan operasi tanggap darurat, termasuk pencarian terhadap satu korban yang masih belum ditemukan.

Setelah melihat langsung kondisi lapangan, Pratikno memimpin rapat koordinasi penanganan darurat. Ia meminta proses pendataan segera dituntaskan agar pemerintah dapat bergerak lebih cepat memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Pendataan menjadi penting, mohon ini dipercepat. Tentu saja ini jangan terulang lagi. Ini prinsipnya membangun pascabencana kita selalu build back better, membangun lebih baik. Jangan sampai membangun kondisinya lebih jelek,” ujar Pratikno.

Menurut dia, data mengenai wilayah terdampak, rumah rusak, hingga masyarakat yang terdampak menjadi dasar penting untuk menentukan langkah pemulihan. Pemerintah pusat juga siap membantu penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat.

Untuk pembangunan perumahan komunal, pemerintah daerah diminta memastikan terlebih dahulu ketersediaan lahan yang aman. Sementara dukungan pembangunan dapat diberikan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Pratikno menekankan pembangunan kembali tidak boleh hanya mempertimbangkan tersedianya lahan. Faktor keselamatan harus menjadi pertimbangan utama berdasarkan kajian ilmiah.

“Makanya bukan menentukan lahan, tetapi menentukan lahan mana yang aman berdasarkan hasil kajian,” tegasnya.

Ia juga meminta Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) disusun dengan kajian yang kuat dan melibatkan kementerian/lembaga sesuai kewenangannya.

Kementerian ESDM dan Kementerian Pekerjaan Umum, kata Pratikno, perlu dilibatkan dalam kajian dan perencanaan sesuai bidang masing-masing. Langkah tersebut penting agar pembangunan pascabencana tidak justru menempatkan masyarakat pada risiko yang sama.

Selain pemulihan, pemerintah daerah diminta segera memetakan potensi bencana susulan. Salah satu perhatian utama adalah kondisi aliran sungai yang berpotensi menjadi jalur banjir bandang berikutnya.

Material seperti kayu dan batu yang menghambat aliran sungai perlu segera disisir dan ditangani. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Kewaspadaan tersebut dinilai penting karena bencana terjadi ketika musim penghujan belum mencapai puncaknya. Potensi peningkatan intensitas hujan pada periode berikutnya perlu diantisipasi sejak sekarang.

“Ini momentum betul untuk cepat menyisir potensi-potensi risiko bencana susulan dalam jangka pendek,” kata Pratikno.

Ia berharap penanganan darurat segera dituntaskan sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dan proses pemulihan dapat berjalan tanpa hambatan.

“Semoga ini segera pulih dan tidak terjadi lagi. Kita membangun lebih baik dari kondisi sebelum bencana,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Biaya Haji 2027 Disepakati, Jamaah Reguler Efektif Bayar Rp23,24 Juta
Sekolah Rakyat di Sulbar Dibangun Besar-besaran, Mamuju Tampung 1.260 Siswa
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Said Iqbal Soroti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh
Tiga Tahun Tragedi Gaza, Sukamta: Jangan Bangun Gaza tapi Palestina Hilang
UU Ketenagakerjaan Baru Disahkan, Yoga Duwarto: Jangan Lagi Ganti Aturan Setiap Ganti Menteri
Slamet Minta BRAN Gerak Cepat, Konflik Agraria Jangan Dibiarkan Berlarut
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Selangkah Lagi Jadi UU, Pemerintah Setuju Dibawa ke Paripurna
Mukhtarudin Bertemu Menteri SDM Malaysia, Bahas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Biaya Haji 2027 Disepakati, Jamaah Reguler Efektif Bayar Rp23,24 Juta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Sekolah Rakyat di Sulbar Dibangun Besar-besaran, Mamuju Tampung 1.260 Siswa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:41 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Said Iqbal Soroti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Tiga Tahun Tragedi Gaza, Sukamta: Jangan Bangun Gaza tapi Palestina Hilang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:37 WIB

UU Ketenagakerjaan Baru Disahkan, Yoga Duwarto: Jangan Lagi Ganti Aturan Setiap Ganti Menteri

Berita Terbaru