20 Talenta Muda Indonesia Adu Keterampilan di WorldSkills Competition Shanghai 2026

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kontingen Indonesia turut hadir dalam kemeriahan pembukaan WorldSkills Competition (WSC) ke-48 di Shanghai World Expo Cultural Center, Tiongkok. (Foto Tim Direktorat SMK)

Kontingen Indonesia turut hadir dalam kemeriahan pembukaan WorldSkills Competition (WSC) ke-48 di Shanghai World Expo Cultural Center, Tiongkok. (Foto Tim Direktorat SMK)

JAKARTA — Sebanyak 20 talenta muda Indonesia mulai menghadapi persaingan keterampilan tingkat dunia dalam WorldSkills Competition (WSC) ke-48 di Shanghai, Tiongkok. Mereka membawa misi tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga mengukur kemampuan dengan talenta terbaik dari berbagai negara.

WSC Shanghai 2026 resmi dibuka di Shanghai World Expo Cultural Center, Selasa (22/9/2026). Kompetisi yang berlangsung hingga 27 September itu diikuti talenta muda dari 68 negara dan wilayah dengan mempertandingkan 64 bidang keahlian.

Pembukaan WSC Shanghai 2026 diawali Parade of Nations yang dipimpin WorldSkills Champions Trust. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan seni yang memadukan unsur budaya, teknologi, tata cahaya, dan suara.

Indonesia mengirimkan 20 kompetitor yang didampingi 17 expert serta tim pendukung. Mereka bertanding dalam 17 bidang keahlian, mulai dari Mechatronics, Software Applications Development, Autobody Repair, Electronics, Web Technologies, hingga Industrial Control.

Bidang lainnya yang diikuti delegasi Indonesia meliputi Pâtisserie and Confectionery, Automobile Technology, Cooking, Restaurant Service, Refrigeration and Air Conditioning, IT Network Systems Administration, Industry 4.0, Heavy Vehicle Technology, 3D Digital Game Art, Rail Vehicle Technology, serta Robot Systems Integration.

Para kompetitor Indonesia berasal dari beragam latar belakang, termasuk siswa dan alumni SMK, institusi pendidikan, serta mitra industri. Sebelum tampil di Shanghai, mereka telah menjalani pembinaan dan pelatihan intensif untuk mempersiapkan kemampuan teknis maupun mental bertanding.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan keikutsertaan Indonesia di WSC Shanghai 2026 harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk menguji kemampuan sekaligus belajar dari standar keterampilan negara lain.

Menurut Tatang, kompetisi dunia tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat keterkaitan pendidikan vokasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global.

“Kesempatan ini menjadi panggung untuk membuktikan bahwa talenta vokasi muda Indonesia memiliki keterampilan, daya juang, dan kreativitas yang sejajar dengan standar dunia. Jangan minder, bertandinglah dengan percaya diri, fokus, disiplin, sportif, dan berikan yang terbaik,” kata Tatang, Kamis (24/9/2026).

Ia juga meminta para kompetitor tidak hanya berorientasi pada perolehan medali. Pengalaman selama mengikuti kompetisi diharapkan dapat dibawa pulang dan menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

“Jangan hanya pulang membawa medali. Pulanglah membawa pengalaman, teknologi, dan standar dunia. Kemenangan terbesar bukan hanya ketika Merah Putih berkibar di podium, tetapi juga ketika pengalaman mengubah cara kita mendidik dan melatih jutaan anak SMK di tanah air,” ujarnya.

Tatang berharap pengalaman para delegasi Indonesia di Shanghai dapat menjadi inspirasi bagi siswa SMK dan generasi muda lainnya untuk terus mengasah keterampilan serta berani berkompetisi di tingkat internasional.

“Dari Indonesia untuk dunia, talenta terampil siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di panggung WSC Shanghai 2026,” kata Tatang.

Setelah mengikuti pembukaan, para kompetitor Indonesia mulai menjalani pertandingan yang berlangsung pada 23–26 September 2026 di National Exhibition and Convention Center (NECC), Shanghai.

Rangkaian WorldSkills Competition Shanghai 2026 kemudian ditutup pada 27 September melalui upacara penutupan sekaligus penganugerahan medali bagi para peserta.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik
Guru Besar Yuddy Chrisnandi Dukung Langkah Prabowo Gratiskan Pendidikan Negeri
Galeri Kejuruan di Cimahi Diresmikan, Mendikdasmen Dorong SMK Perkuat Inovasi dan AI
20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai
Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Rabu, 30 September 2026 - 10:13 WIB

Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen

Jumat, 25 September 2026 - 14:23 WIB

Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Jumat, 25 September 2026 - 09:15 WIB

20 Talenta Muda Indonesia Adu Keterampilan di WorldSkills Competition Shanghai 2026

Berita Terbaru