Integrasi Karet-BNI City Dimulai 1 September, Konektivitas Antarmoda Diperkuat

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 05:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Pengguna transportasi publik di kawasan pusat Jakarta akan mendapat dukungan konektivitas yang semakin terintegrasi. KAI Commuter bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mengerjakan proses integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City pada 1 September 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan simpul transportasi perkotaan yang menghubungkan layanan Commuter Line dengan sejumlah moda transportasi publik lainnya.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, pengembangan integrasi stasiun dilakukan seiring semakin besarnya peran transportasi berbasis rel dalam menunjang mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan.

Menurutnya, stasiun saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai lokasi keberangkatan dan kedatangan penumpang. Lebih dari itu, stasiun dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem mobilitas perkotaan yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai tujuan dan moda transportasi.

“Sepanjang 2026, per Juli lalu Commuter Line berhasil melayani 242.932.764 orang di seluruh wilayah operasinya,” ujar Karina, Senin (31/8).

Dari total tersebut, kawasan Jabodetabek mencatat jumlah perjalanan terbesar, yakni sekitar 210,46 juta perjalanan atau 86,6 persen. Tingginya angka tersebut menunjukkan besarnya ketergantungan masyarakat kawasan aglomerasi ibu kota terhadap layanan transportasi publik berbasis rel.

Karina menyebut jaringan Commuter Line Jabodetabek telah menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas harian masyarakat, termasuk perjalanan menuju pusat ekonomi, pendidikan, maupun layanan publik.

Integrasi Karet-BNI City memiliki nilai strategis karena kawasan tersebut telah terhubung dengan beberapa layanan transportasi. Selain Commuter Line, pengguna juga dapat mengakses KA Bandara Soekarno-Hatta atau Basoetta, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan TransJakarta.

Dengan pengembangan integrasi tersebut, perpindahan pengguna dari satu moda ke moda lainnya diharapkan semakin mudah sehingga perjalanan dapat dilakukan secara lebih efisien dan nyaman.

Penguatan konektivitas juga dilakukan KAI Group melalui peningkatan kapasitas sejumlah stasiun. Salah satunya Stasiun Bogor yang telah mendapatkan peningkatan panjang peron sehingga dapat melayani rangkaian Commuter Line dengan formasi 12 kereta atau SF12.

Pengembangan fasilitas tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas layanan dengan pertumbuhan jumlah pengguna Commuter Line.

Selain integrasi antarmoda, KAI Group dan KAI Commuter juga mendorong penataan kawasan stasiun melalui konsep Transit-Oriented Development (TOD). Konsep tersebut diarahkan untuk membangun kawasan yang mendukung mobilitas masyarakat dengan transportasi publik sebagai salah satu elemen utama.

Hingga Juli 2026, layanan Commuter Line di luar Jabodetabek juga mencatat penggunaan yang cukup besar. Commuter Line Bandung melayani sekitar 11,87 juta perjalanan, Yogyakarta 6,32 juta, Surabaya sekitar 10 juta, Commuter Line Merak 2,83 juta, dan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta 1,39 juta perjalanan.

KAI Commuter menilai pertumbuhan tersebut memperlihatkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang tidak hanya memiliki kapasitas besar, tetapi juga terhubung dengan moda lain.

Melalui integrasi Stasiun Karet-BNI City serta pengembangan berbagai simpul transportasi lainnya, KAI Commuter terus mendorong terbentuknya sistem mobilitas perkotaan yang terintegrasi, terjangkau, dan mampu mengikuti peningkatan kebutuhan perjalanan masyarakat.(***)

Berita Terkait

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Said Iqbal Soroti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh
Tiga Tahun Tragedi Gaza, Sukamta: Jangan Bangun Gaza tapi Palestina Hilang
UU Ketenagakerjaan Baru Disahkan, Yoga Duwarto: Jangan Lagi Ganti Aturan Setiap Ganti Menteri
Slamet Minta BRAN Gerak Cepat, Konflik Agraria Jangan Dibiarkan Berlarut
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Selangkah Lagi Jadi UU, Pemerintah Setuju Dibawa ke Paripurna
Mukhtarudin Bertemu Menteri SDM Malaysia, Bahas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Usai Sertijab, Dudung Bicara Pesan Prabowo soal Politik dan Keamanan
Listrik Padam karena Pohon, Ateng Sutisna Dorong PLN Percepat Kabel Bawah Tanah

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:41 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Said Iqbal Soroti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:37 WIB

UU Ketenagakerjaan Baru Disahkan, Yoga Duwarto: Jangan Lagi Ganti Aturan Setiap Ganti Menteri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Slamet Minta BRAN Gerak Cepat, Konflik Agraria Jangan Dibiarkan Berlarut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:16 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Selangkah Lagi Jadi UU, Pemerintah Setuju Dibawa ke Paripurna

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Mukhtarudin Bertemu Menteri SDM Malaysia, Bahas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Berita Terbaru