RENTAK.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendukung pengembangan day care berbasis masyarakat di TK Al-Istiqomah, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Program tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pengasuhan anak usia dini, khususnya bagi keluarga yang kedua orang tuanya bekerja atau berusaha memenuhi kebutuhan ekonomi.
Dukungan tersebut dilakukan melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan tim PkM Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Bani Saleh.
Program PkM tersebut diketuai Widi Astuti, M.Pd., dengan anggota dosen Ilham Jaya, M.Pd., serta mahasiswa Elsa Ratu Maryam dan Anna Fitria.
Widi menjelaskan, pengembangan day care diarahkan untuk membangun model layanan pengasuhan yang tidak sekadar berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman, terarah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Day care berbasis masyarakat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk meringankan beban pengasuhan yang selama ini banyak dibantu oleh lansia. Orang tua tetap dapat menjalankan aktivitas pekerjaan, sementara anak memperoleh layanan pengasuhan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya,” ujar Widi Astuti selaku Ketua Tim PkM.
Pengembangan layanan tersebut berangkat dari kondisi sosial masyarakat di Aren Jaya, terutama keluarga yang kedua orang tuanya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Dalam kondisi demikian, pengasuhan anak usia dini kerap dialihkan kepada kakek, nenek, atau anggota keluarga yang sudah lanjut usia.
Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri karena anggota keluarga lanjut usia dapat memiliki keterbatasan dalam memberikan stimulasi perkembangan, pengawasan, aktivitas bermain, serta pendampingan anak secara optimal sepanjang waktu.
Dalam model yang dikembangkan, anak ditempatkan sebagai pusat layanan. Pengasuhan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makan, kebersihan, istirahat, dan keamanan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan stimulasi yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Sedikitnya enam ranah perkembangan menjadi perhatian utama, yakni sosial-emosional, kognitif, motorik, seni, agama dan moral, serta bahasa. Stimulasi diberikan melalui kegiatan bermain, pembiasaan, interaksi sosial, kegiatan kreatif, dan komunikasi.
Program PkM hibah Kemendiktisaintek tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan layanan day care, tetapi juga membangun fondasi sistem pengasuhan anak berbasis masyarakat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Keberadaan model tersebut diharapkan dapat menjadi contoh yang dikembangkan dan direplikasi di lingkungan masyarakat lain yang menghadapi persoalan serupa. Dengan pengelolaan yang terarah serta didukung standar operasional prosedur (SOP) dan administrasi yang memadai, kualitas pengasuhan anak usia dini di Aren Jaya diharapkan semakin optimal.(amy/jks)
Penulis : Jks
Editor : Amy












