Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur, DPR Minta Tata Kelola Dana BOS Dievaluasi Total

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lalu Hadrian Irfani (dok. rentak.id)

Lalu Hadrian Irfani (dok. rentak.id)

JAKARTA –  Gelombang pengunduran diri 326 kepala sekolah di Sulawesi Selatan menyita perhatian Komisi X DPR RI. Fenomena yang terjadi setelah munculnya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) itu dinilai sebagai sinyal perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola keuangan pendidikan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa mundurnya ratusan kepala sekolah tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa. Menurutnya, kondisi tersebut harus dicermati secara serius sekaligus proporsional agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap dunia pendidikan.

“Mundurnya kepala sekolah di Sulawesi Selatan merupakan persoalan serius yang harus dicermati secara seksama dan proporsional,” kata Lalu Hadrian Irfani, Senin (15/6/2026).

Politikus yang akrab disapa Lalu Ari itu menilai temuan BPK terkait pengelolaan dana BOS perlu ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun demikian, proses pembinaan, pendampingan, hingga penegakan akuntabilitas harus dilakukan secara adil dan berimbang.

Menurut Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut, langkah penanganan persoalan administrasi keuangan sekolah jangan sampai berdampak pada terganggunya layanan pendidikan bagi peserta didik.

“Persoalan itu jangan sampai mengganggu layanan pendidikan dan proses pembelajaran di sekolah,” tegasnya.

Lalu Ari juga meminta pemerintah daerah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta aparat pengawasan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dana BOS. Evaluasi tersebut dinilai penting guna mengetahui akar persoalan yang memicu banyak kepala sekolah memilih melepaskan jabatannya.

“Pemerintah juga perlu mengidentifikasi akar permasalahan yang menyebabkan banyak kepala sekolah memilih mengundurkan diri. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas manajemen sekolah dan administrasi keuangan perlu menjadi agenda bersama ke depan. Dengan demikian, para kepala sekolah dapat menjalankan tugas secara profesional, akuntabel, dan tetap fokus pada peningkatan mutu pendidikan.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan mengungkap alasan di balik pengunduran diri massal ratusan kepala sekolah di wilayah tersebut. Kebijakan itu muncul setelah adanya temuan BPK mengenai pengelolaan keuangan sekolah, khususnya dana BOS, yang dinilai memiliki sejumlah persoalan administratif.

Kasus tersebut memunculkan dinamika di lingkungan pendidikan Sulawesi Selatan karena jumlah kepala sekolah yang terdampak mencapai ratusan orang, baik di tingkat SMA maupun SMK.

Penulis : amanda az

Editor : ameri

Berita Terkait

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Berita Terbaru