JAKARTA – Semangat belajar murid di sejumlah sekolah di Nusa Tenggara Barat kini semakin tinggi setelah ruang kelas dan laboratorium mereka direnovasi dengan fasilitas yang lebih layak dan modern. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merampungkan revitalisasi 124 satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa.
Peresmian revitalisasi dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti di SMK Negeri 1 Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (17/5/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
Dalam sambutannya, Menteri Mu’ti menegaskan revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi untuk menciptakan sumber daya manusia unggul di masa depan.
“Revitalisasi dan digitalisasi itu bukanlah tujuan akhir, tetapi merupakan bagian dari usaha kita bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan kualitas layanan pendidikan itu kita harapkan dapat ditingkatkan mutu pendidikan dalam rangka membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, cerdas, terampil, mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki komitmen terhadap masa depan dan kemajuan bangsa dan negara,” ujar Mu’ti.
Ia menjelaskan, pada 2025 pemerintah mengalokasikan bantuan revitalisasi untuk 531 sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan total anggaran mencapai Rp527,5 miliar. Bantuan tersebut mencakup 69 PAUD, 227 SD, 107 SMP, 60 SMA, 37 SMK, 20 SLB, dan 11 PKBM/SKB.
Khusus di Kabupaten Lombok Timur, revitalisasi diberikan kepada 87 sekolah dengan nilai bantuan Rp105,9 miliar yang terdiri atas 7 PAUD, 36 SD, 19 SMP, 9 SMA, 12 SMK, dan 4 SLB. Sementara di Kabupaten Sumbawa, bantuan senilai Rp38,1 miliar dialokasikan untuk 37 sekolah yang mencakup 6 PAUD, 9 SD, 10 SMP, 7 SMA, 4 SMK, dan 1 SLB.
Tak hanya pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga memperkuat pembelajaran berbasis teknologi melalui program digitalisasi pendidikan. Sebanyak 7.080 Interactive Flat Panel (IFP) didistribusikan ke sekolah-sekolah di NTB dengan total anggaran Rp236,1 miliar.
Untuk Kabupaten Lombok Timur, sebanyak 1.739 perangkat IFP telah disalurkan dengan nilai mencapai Rp47,1 miliar. Sedangkan Kabupaten Sumbawa mendapatkan alokasi digitalisasi senilai Rp24,3 miliar untuk 730 sekolah.
“Ini merupakan wujud misi yang lurus bahwa setiap anak berhak belajar dengan teknologi modern. Visi Kemendikdasmen adalah memberikan layanan pendidikan yang bermutu untuk semua dengan partisipasi semesta. Kami berharap sarana prasarana yang sudah diterima dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, termasuk perangkat digitalisasi pembelajaran yang telah diberikan,” kata Mu’ti.
Kepala SMK Negeri 1 Sikur, Hasbi Ahmad, mengaku bantuan revitalisasi membawa perubahan besar bagi kegiatan belajar mengajar di sekolahnya. Pada program revitalisasi 2025, sekolah tersebut memperoleh pembangunan ruang praktik dan ruang kelas baru dengan nilai bantuan Rp978.549.000.
“Kami sampaikan rasa syukur, rasa bangga, dan terima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah memberikan program bantuan revitalisasi. Program ini sangat berdampak dan bermanfaat dirasakan oleh kami di sekolah, motivasi anak sekarang ke sekolah itu tinggi karena memang sudah punya ruangan tempat untuk belajar,” ujarnya.
Menurut Hasbi, sebelum revitalisasi dilakukan, sekolah mengalami keterbatasan ruang belajar sehingga pembelajaran harus dilakukan dengan sistem double shift. Kini seluruh siswa dapat belajar pada pagi hari dengan fasilitas yang lebih nyaman.
“Anak-anak sangat senang karena bangunannya sesuai standar, pencahayaan ruang kelas bagus, dan ruangannya nyaman. Motivasi mereka untuk datang ke sekolah juga semakin tinggi,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur, Nurul Wathoni, menyebut program revitalisasi dan digitalisasi sangat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi murid.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas program revitalisasi dan digitalisasi yang dilakukan pemerintah melalui Kemendikdasmen. Ini sangat membantu memperbaiki sarana sehingga proses belajar anak-anak menjadi lebih nyaman,” katanya.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri 3 Lombok Timur, Azri Sofyan, mengatakan sekolahnya kini memiliki ruang belajar dan ruang keterampilan yang lebih memadai setelah menerima bantuan revitalisasi.
“Sebelum mendapatkan revitalisasi, kami sangat kekurangan ruangan. Anak-anak banyak belajar dalam satu ruangan dengan tiga rombongan belajar sehingga kegiatan pembelajaran kurang optimal,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setelah revitalisasi selesai, suasana belajar menjadi jauh lebih kondusif dan murid lebih antusias mengikuti praktik keterampilan.
“Alhamdulillah setelah mendapatkan revitalisasi, kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lebih kondusif. Murid sangat antusias karena sekarang memiliki ruang praktik yang lebih baik untuk keterampilan tata boga maupun kerajinan kayu,” katanya.
Hal serupa dirasakan Ketua Jurusan Tata Rambut SMK Negeri 1 Sikur, Rahmawati. Menurutnya, ruang praktik baru membuat proses pembelajaran jauh lebih nyaman dibanding sebelumnya.
“Sebelumnya ruangan praktik lebih sempit dan panas. Karena keterbatasan laboratorium, beberapa ruang kelas juga digunakan untuk praktik. Setelah ada bangunan baru ini, pembelajaran menjadi lebih nyaman,” ujarnya.
Murid SMK Negeri 1 Sikur, Adinda, juga mengaku senang dengan laboratorium baru yang kini lebih terang dan luas.
“Di lab yang sekarang saya merasa senang, tenang, dan aman karena ruangannya lebih luas dibanding sebelumnya. Dulu ruangannya lebih gelap, panas, dan cahaya yang masuk juga kurang. Kalau sekarang lebih terang dan nyaman, kami bisa lebih semangat belajar,” tuturnya.
Senada dengan itu, Natasha, murid kelas X Program Keahlian Kecantikan, berharap fasilitas baru bisa memotivasi siswa untuk lebih giat belajar.
“Ruang lab yang dulu itu ruangannya gabungan dan lebih kecil. Kalau lab yang sekarang lebih besar dan lebih nyaman. Semoga dengan lab baru ini saya dan teman-teman lebih semangat belajar supaya kami bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkap Natasha.
Penulis : lazir
Editor : ameri













