JAKARTA – Suasana gudang beras yang penuh menjadi pemandangan utama saat perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia mengunjungi Gudang BULOG Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (6/5/2026). Kunjungan ini sekaligus membuka ruang transparansi bagi publik, khususnya kalangan mahasiswa, untuk melihat langsung kondisi cadangan pangan nasional yang dikelola pemerintah.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa diajak berkeliling meninjau fasilitas pergudangan hingga proses pengolahan beras. Mereka menyaksikan secara langsung tahapan produksi, mulai dari penggilingan gabah hingga menjadi beras premium dan medium yang siap disalurkan ke masyarakat. Pengalaman ini menjadi sarana edukasi agar mahasiswa memahami secara menyeluruh rantai pasok beras di Indonesia.
Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, yang hadir menyambut langsung rombongan mahasiswa, menegaskan pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan pangan nasional.
“Kami sengaja mengajak adik-adik mahasiswa untuk melihat langsung kondisi gudang BULOG. Saat ini gudang terisi penuh oleh beras hasil panen petani dalam negeri. Hingga hari ini, stok beras BULOG mencapai 5,2 juta ton, yang merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia,” ujarnya, Rabu (6/5/2026)
Ia menambahkan, tingginya stok tersebut merupakan hasil dari optimalisasi penyerapan gabah dan beras dalam negeri yang terus didorong. Hingga 6 Mei 2026, realisasi penyerapan telah menembus lebih dari 2,4 juta ton atau sekitar 64 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.
Menurut Ahmad Rizal, capaian ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, hingga penyuluh pertanian lapangan dan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen literasi sekaligus pengawas sosial dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa dari Universitas Trilogi Jakarta, Hanny Fatimah, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah melihat langsung proses di lapangan. “Kami bisa melihat secara langsung proses pengolahan hingga penyimpanan beras. Ini memberi gambaran utuh dan meyakinkan bahwa stok pangan Indonesia dalam kondisi aman,” katanya.
Hal senada disampaikan Emon Wirawan Harefa dari Universitas Kristen Indonesia (UKI). Ia menilai kunjungan ini menjadi bukti konkret yang dapat meningkatkan kepercayaan publik. “Kami menyaksikan sendiri stok beras BULOG yang mencapai 5,2 juta ton. Ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan pangan nasional berjalan dengan baik,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, BULOG kembali menegaskan komitmennya untuk membuka akses informasi kepada publik serta melibatkan generasi muda dalam mengawal pengelolaan pangan nasional yang transparan dan akuntabel.
Penulis : lazir
Editor : ameri













