JAKARTA – Semangat pemerataan pendidikan kembali ditegaskan pemerintah lewat langkah konkret di daerah. Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meresmikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) di Provinsi Kalimantan Tengah.
Program ini menyasar total 72 satuan pendidikan, terdiri atas 44 SMA, 14 SMK, dan 14 SLB sebagai bagian dari SKH. Peresmian dipusatkan di SKH Negeri 2 Palangka Raya dan diikuti secara daring oleh sekolah-sekolah dari berbagai wilayah. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang merata, layak, dan berkualitas di Kalimantan Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan yang terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendampingi peserta didik, termasuk di sekolah khusus. Ia menegaskan, revitalisasi tidak sekadar menghadirkan bangunan baru, melainkan juga bentuk dukungan untuk memperkuat kapasitas sekolah.
“Kami tentunya berharap bantuan revitalisasi dari Bapak Presiden Prabowo ini bisa menyemangati para guru dan tenaga pendidikan dalam mendidik anak-anak kita. Dan kami berterima kasih atas nama pemerintah untuk pengabdian para guru mendampingi putra-putri kita,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa momentum Hardiknas menjadi refleksi bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Dalam suasana tersebut, para guru diajak untuk terus menjaga semangat pengabdian.
“Ini adalah hari kita bersama, hari pendidikan, dan semoga para guru juga mendapatkan keberkahan. Apa yang para guru kerjakan adalah bagian dari ibadah dan pengabdian bagi masyarakat dan bangsa,” tuturnya.
Program revitalisasi ini mencakup pembangunan dan perbaikan berbagai fasilitas penting, mulai dari ruang kelas, laboratorium, ruang praktik siswa, perpustakaan, ruang bimbingan konseling, hingga sarana sanitasi. Kehadiran fasilitas yang lebih layak diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih aman, nyaman, dan efektif.
Dampak program tersebut mulai dirasakan oleh sekolah penerima manfaat. Kepala SMA Muhammadiyah 2 Palangka Raya, Muhammad Saifullah, menyebut revitalisasi yang diterima pada 2025 membawa perubahan signifikan.
“Dengan adanya laboratorium komputer, ruang bimbingan konseling, serta fasilitas sanitasi yang memadai, proses pembelajaran menjadi lebih optimal. Siswa juga memiliki ruang yang lebih baik untuk berkonsultasi dan merencanakan masa depan mereka,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SMKN 5 Palangka Raya, Noormalina Martina. Ia mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi, kondisi bangunan sekolah sempat menghambat kegiatan belajar mengajar.
“Sebelum revitalisasi, kondisi bangunan sempat mengganggu pembelajaran. Sekarang pembelajaran berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai jadwal,” jelasnya.
Ia menambahkan, fasilitas yang diperbaiki meliputi ruang praktik siswa berbagai jurusan, ruang kelas, perpustakaan, hingga sarana sanitasi lengkap dengan perabotannya. Selain itu, dukungan Tunjangan Profesi Guru (TPG) juga dinilai berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menurutnya, dengan adanya TPG, guru dapat lebih optimal dalam menyiapkan perangkat pembelajaran dan bahan ajar yang variatif serta kontekstual, sehingga lebih mudah dipahami siswa.
Menutup arahannya, Wamen Fajar menekankan pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Sekali lagi terima kasih atas pengabdian para guru. Kami titip setiap sekolah yang sudah diperbaiki untuk terus dirawat dan dijaga. Setiap ada kerusakan jangan dibiarkan, segera diperbaiki,” pesannya.
Pemerintah pun memastikan program revitalisasi satuan pendidikan akan terus dilanjutkan dan diperluas ke berbagai daerah. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan seluruh peserta didik di Indonesia mendapatkan akses terhadap lingkungan belajar yang layak, aman, dan mendukung perkembangan mereka secara optimal.
Penulis : lazir
Editor : ameri













