Timur Tengah Memanas: Pasukan AS Mendarat, Iran Siap Perang Besar

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 05:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perang (foto. pixabay.com)

Ilustrasi perang (foto. pixabay.com)

JAKARTA – Ketegangan di Timur Tengah kian meningkat seiring pengerahan ribuan pasukan elite Amerika Serikat ke kawasan, di tengah wacana opsi militer lanjutan terhadap Iran.

Mengutip laporan Reuters, Selasa (31/3/2026), ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS mulai tiba dan bergabung dengan Marinir serta pasukan lain yang telah lebih dulu ditempatkan.

Langkah ini dinilai memperluas opsi militer Washington, termasuk kemungkinan operasi darat, meski belum ada keputusan resmi.

“Pengerahan ini akan meningkatkan kapasitas bagi kemungkinan operasi di masa depan di kawasan,” ujar pejabat AS yang dikutip Reuters.

Sejumlah skenario tengah dibahas, mulai dari pengamanan jalur energi di Selat Hormuz hingga kemungkinan merebut Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor utama minyak Iran. Namun, opsi tersebut dinilai berisiko tinggi karena potensi serangan balasan Iran.

Di tengah eskalasi, Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan damai bisa segera tercapai. Mengutip Euronews, Trump mengklaim telah menerima respons positif dari Teheran terhadap proposal gencatan senjata.

“Kami berurusan dengan orang-orang yang berbeda dari sebelumnya,” kata Trump.

Namun, Iran merespons keras. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, seperti dilaporkan kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA), menuding AS hanya menggunakan diplomasi sebagai kedok untuk rencana invasi militer.

“Musuh secara terbuka mengirimkan pesan negosiasi, sementara secara rahasia merencanakan serangan darat,” tegasnya.

Situasi di lapangan juga memanas. Serangan udara menghantam fasilitas listrik di Teheran dan sekitarnya, memicu pemadaman massal. Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke Kuwait dan Arab Saudi, memperluas potensi konflik regional.

Mengutip Tasnim News Agency, Iran bahkan mengklaim telah menyiapkan hingga satu juta pejuang untuk menghadapi kemungkinan invasi darat AS dan menyebut langkah tersebut sebagai “kesalahan bersejarah”.

Hingga kini, konflik masih berada di persimpangan antara jalur diplomasi dan eskalasi militer, dengan risiko meluasnya perang di kawasan yang semakin besar.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Sumber Berita: Dari berbagai sumber

Berita Terkait

KM Virgo Transport 8: Lima Jenazah Kembali Ditemukan di Hari ke-16 Pencarian
Hari ke-14 SAR KM Virgo Transport 8, TNI AL Evakuasi Empat Jenazah
Penyelam TNI AL Evakuasi 14 Jenazah dari Buritan KM Virgo Transport 8
ITS Giuseppe Garibaldi Resmi Tiba di Indonesia, Tempuh 6.870 Mil Laut dari Italia
KASAL Terima Bintang Kehormatan Nishan-e-Imtiaz dari Presiden Pakistan
Speed Boat Kabur, TNI AL Temukan 240 Cartridge Vape Diduga Narkotika di Perairan Kepri
Asap Pekat Terlihat dari Pos TNI AL, 4 Hektare Kebun Sawit di Jambi Terbakar
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine Senilai Rp2,6 Triliun di Kepri

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 05:20 WIB

KM Virgo Transport 8: Lima Jenazah Kembali Ditemukan di Hari ke-16 Pencarian

Minggu, 27 September 2026 - 11:33 WIB

Hari ke-14 SAR KM Virgo Transport 8, TNI AL Evakuasi Empat Jenazah

Jumat, 25 September 2026 - 09:00 WIB

Penyelam TNI AL Evakuasi 14 Jenazah dari Buritan KM Virgo Transport 8

Jumat, 18 September 2026 - 15:50 WIB

ITS Giuseppe Garibaldi Resmi Tiba di Indonesia, Tempuh 6.870 Mil Laut dari Italia

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

KASAL Terima Bintang Kehormatan Nishan-e-Imtiaz dari Presiden Pakistan

Berita Terbaru