Misbakhun Desak BI Lebih Berani Jaga Rupiah di Tengah Gejolak Global

- Penulis

Kamis, 5 Februari 2026 - 06:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mukhamad Misbakhun (dok. rentak)

Mukhamad Misbakhun (dok. rentak)

JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kian meningkat akibat ketidakpastian pasar keuangan global. Ia menegaskan, Bank Indonesia (BI) perlu mengambil langkah yang lebih berani, taktis, dan terukur untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas yang masih tinggi.

Menurut Misbakhun, dinamika global saat ini—mulai dari kebijakan suku bunga tinggi The Federal Reserve yang berlangsung lebih lama (high for longer) hingga meningkatnya tensi geopolitik—menuntut respons kebijakan moneter yang tidak biasa. Otoritas moneter, kata dia, tidak boleh bersikap pasif dengan hanya menunggu mekanisme pasar bekerja secara alami.

“Bank Indonesia perlu melakukan intervensi yang lebih agresif namun tetap terukur, baik di pasar valuta asing maupun obligasi. Volatilitas yang dibiarkan terlalu liar akan membentuk sentimen negatif di pasar,” ujar Misbakhun  Kamis,  (5/2/2025).

Ia menegaskan, BI sejatinya memiliki instrumen kebijakan yang lengkap serta cadangan devisa yang memadai untuk memastikan tekanan terhadap rupiah tidak berlebihan hingga berdampak pada sektor riil dan daya beli masyarakat.

Lebih lanjut, Misbakhun menekankan bahwa stabilisasi nilai tukar tidak semata-mata berkaitan dengan pergerakan angka, tetapi juga menyangkut upaya menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha. Karena itu, ia mendorong optimalisasi instrumen moneter, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan berbagai instrumen pro-market lainnya, guna menarik kembali arus masuk modal (capital inflow) sekaligus menahan keluarnya dana asing (capital outflow).

Di sisi lain, Misbakhun menggarisbawahi kuatnya fundamental ekonomi nasional. Ia menilai Indonesia menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik dibandingkan negara-negara sekelas, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta kinerja neraca perdagangan yang solid.

“Fundamental ekonomi kita tidak rapuh. Di tengah ketidakpastian global yang menekan banyak negara, Indonesia justru menunjukkan resiliensi yang kuat. Ini menjadi modal besar yang harus terus dikapitalisasi, sembari BI meredam gejolak nilai tukar agar tidak mengganggu capaian ekonomi yang sudah berada di jalur yang tepat,” katanya.

Menutup pernyataannya, Misbakhun menegaskan Komisi XI DPR RI akan terus mengawal dan mendukung langkah strategis Bank Indonesia dan pemerintah dalam bauran kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci penting untuk memitigasi risiko global sekaligus menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot
Jotun hingga Golden Eagle Masuk Agenda KPPU, Ini 5 Dugaan Pelanggaran Usaha yang Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB