
Ekonomi | Kamis, 5 Februari 2026 - 06:47 WIB
“Bank Indonesia perlu melakukan intervensi yang lebih agresif namun tetap terukur, baik di pasar valuta asing maupun obligasi. Volatilitas yang dibiarkan terlalu liar akan membentuk sentimen negatif di pasar,” ujar Misbakhun Kamis, (5/2/2025).