JAKARTA – Perum BULOG menegaskan kesiapannya mendukung penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang ekspor beras ke Arab Saudi. Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara BULOG, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), serta Kementerian Pertanian (Kementan) yang digelar di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan BULOG akan mengoptimalkan penyiapan stok beras nasional guna memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia. Di saat yang sama, BULOG juga melihat potensi pasar internasional, khususnya Arab Saudi, sebagai peluang ekspor beras nasional.
Menurutnya, BULOG memiliki pengalaman serta infrastruktur logistik yang memadai untuk memastikan pasokan beras berkualitas premium tersedia sesuai standar konsumsi haji, baik dari sisi jumlah, mutu, maupun ketepatan waktu distribusi.
“Pada prinsipnya, BULOG siap menjalankan kebijakan pemerintah, terutama dalam penyediaan beras berkualitas bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Stok dan sistem logistik yang kami miliki memungkinkan distribusi berjalan optimal,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Dari sisi kebijakan, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Jaenal Effendi, menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam memperkuat kemandirian pangan penyelenggaraan ibadah haji, sekaligus mendorong ekspor beras nasional.
Ia menilai pemenuhan kebutuhan pangan jemaah haji tidak bisa dilakukan secara terpisah, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
“Sinergi yang kuat diperlukan agar kebijakan yang disusun selaras dan rantai pasok pangan haji semakin kokoh,” kata Jaenal.
Dalam rapat tersebut, diproyeksikan kebutuhan beras untuk musim haji 1447 H/2026 M mencapai hampir 4.000 ton, yang akan digunakan untuk melayani lebih dari 205.000 jemaah dan petugas haji. BULOG akan menghitung kebutuhan secara menyeluruh serta menyiapkan pasokan, termasuk beras premium dengan tingkat pecahan maksimal 5 persen sesuai standar mutu yang ditetapkan.
Sementara itu, Kementerian Pertanian menyatakan dukungannya melalui kebijakan dan regulasi guna memperlancar rencana ekspor beras ke Arab Saudi. Dukungan tersebut mencakup fasilitasi perizinan serta pemenuhan persyaratan teknis, sekaligus memastikan beras produksi dalam negeri memiliki daya saing harga di pasar global.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya menjamin konsumsi beras bagi jemaah haji, tetapi juga membuka peluang baru bagi petani dan pelaku usaha nasional untuk memperluas pasar ekspor beras Indonesia.
Penulis : lazir
Editor : ameri






