PT Tunaskarya dan BKKBN Kepri Gelar Program Baper, Bekali Karyawan Persiapan Pernikahan Berkualitas

- Penulis

Senin, 29 September 2025 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BKKBN Kepri Bahas Pernikahan. (dok.rentak.id)

BKKBN Kepri Bahas Pernikahan. (dok.rentak.id)

JAKARTA – PT Tunaskarya Indoswasta bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nasional (BKKBN) Perwakilan Kepulauan Riau menggelar kegiatan Bahas Pernikahan (Baper) di Griya Karya Dormitory Tunaskarya Batamindo, Batam, Minggu (28/9/2025).

Acara ini diikuti 40 karyawan berusia produktif yang mayoritas belum menikah. Tujuannya adalah memberikan pemahaman dan bekal pengetahuan agar para peserta dapat mempersiapkan pernikahan yang sehat dan berkualitas.

General Manager PT Tunaskarya Indoswasta, Dr. Adi Neka Fatyandri, menegaskan bahwa kesiapan menikah tidak hanya berdampak pada kehidupan pribadi karyawan, tetapi juga pada kinerja dan produktivitas perusahaan.

“Karyawan yang siap membangun keluarga harmonis akan lebih tenang, bahagia, dan produktif dalam bekerja. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina, M.Si, yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa pernikahan membutuhkan persiapan matang, mulai dari mental, emosional, kesehatan, hingga ekonomi.

“Pernikahan bukan hanya soal cinta, tapi juga soal kesiapan. Jika semua aspek ini terpenuhi, insyaAllah rumah tangga akan lebih kokoh dan harmonis,” jelasnya.

Rohina mengingatkan pentingnya menjaga gaya hidup sehat bagi calon pengantin, seperti mengatur pola tidur, mengelola stres, rutin berolahraga, serta menjauhi perilaku berisiko seperti merokok dan konsumsi alkohol.

Faktor gizi juga menjadi perhatian utama. Kekurangan gizi pada ibu hamil bisa memicu bayi lahir prematur, cacat bawaan, hingga stunting. Sebaliknya, kelebihan gizi berpotensi menyebabkan komplikasi kehamilan seperti preeklamsia atau bayi lahir terlalu besar.

“Kalau ingin memiliki anak yang sehat dan cerdas, persiapannya dimulai jauh sebelum menikah. Jaga pola makan dan kesehatan agar tubuh siap menghadapi kehamilan,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Rohina juga memperkenalkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang mendorong peran aktif ayah dalam keluarga. Ia menyoroti fenomena fatherless atau minimnya kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, yang berdampak negatif pada tumbuh kembang anak.

“Ayah bukan hanya pencari nafkah, tapi juga teladan. Kehadiran ayah sangat penting untuk membangun karakter dan kepercayaan diri anak,” ujarnya.

Menurut Rohina, anak yang tumbuh tanpa peran ayah cenderung lebih rentan terhadap pengaruh negatif dan perilaku menyimpang. Karena itu, GATI hadir untuk mendorong ayah lebih terlibat dalam pengasuhan dan komunikasi yang hangat dengan anak.

Selain Rohina, hadir pula Aisyah Zahra, S.Kep, CITQ, yang membawakan materi tentang kesiapan mental dan emosional dalam pernikahan. Ia menjelaskan pentingnya dukungan timbal balik antar pasangan, terutama saat menghadapi tantangan komunikasi dalam rumah tangga.

Sementara itu, H. Suardi, S.Ag, Kepala KUA Sungai Beduk, memberikan penjelasan mengenai aspek administratif dan religius pernikahan, termasuk syarat-syarat pernikahan dan pentingnya niat yang lurus serta pemahaman agama yang kuat sebagai landasan keluarga.

Rohina juga memperkenalkan Rumah Asuh Generasi Emas (GEMAS) yang diresmikan pada 22 Oktober 2024 di kawasan industri Batamindo. Fasilitas ini hadir untuk mendukung pekerja, khususnya perempuan, agar memiliki akses ke informasi, layanan konseling, dan kesehatan reproduksi.

“Kami ingin karyawan tidak hanya produktif di tempat kerja, tapi juga sukses membangun keluarga yang harmonis. Dari keluarga yang sehat akan lahir generasi emas Indonesia,” tegas Rohina.

Kegiatan Baper diakhiri dengan harapan agar peserta mampu mempersiapkan diri menuju pernikahan yang sehat, membangun keluarga harmonis, dan berkontribusi pada lahirnya generasi emas Indonesia.

Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, para karyawan diharapkan tidak hanya produktif dalam bekerja, tetapi juga matang dalam kehidupan rumah tangga, sehingga membawa dampak positif bagi keluarga dan perusahaan.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Kena PHK pada 2024–2026? Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi, Ini Cara Daftarnya
Hutan Terbakar Tak Bisa Pulih 100 Persen, Ateng Sutisna Desak Pemulihan Lingkungan
Menko Polkam Pimpin Pertemuan 8 Negara, Terorisme hingga Kejahatan Siber Jadi Sorotan
Ahmad Irawan Minta Pemerintah Perkuat Pengawasan MBG dan Dana Daerah
Hasil Riset Jangan Berhenti di Laboratorium, Wamentan Dorong Hilirisasi Kopi dan Kakao
133 Alumni MagangHub Direkrut BRI, Menaker Minta Kuota Magang Ditambah
Warga Makassar Padati Gerakan Pangan Murah, BULOG Bagikan 300 Paket Beras
Karhutla Indonesia Tembus 1,92 Juta Hektare, DPR Desak Pemerintah Berbenah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Kena PHK pada 2024–2026? Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi, Ini Cara Daftarnya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Hutan Terbakar Tak Bisa Pulih 100 Persen, Ateng Sutisna Desak Pemulihan Lingkungan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Ahmad Irawan Minta Pemerintah Perkuat Pengawasan MBG dan Dana Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Hasil Riset Jangan Berhenti di Laboratorium, Wamentan Dorong Hilirisasi Kopi dan Kakao

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:41 WIB

133 Alumni MagangHub Direkrut BRI, Menaker Minta Kuota Magang Ditambah

Berita Terbaru