RENTAK.ID – Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Bob Hasan mendukung langkah cepat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam menangani persoalan harga dan penyerapan hasil panen petani singkong di Lampung. Ia menilai respons tersebut menjadi solusi nyata yang langsung dirasakan oleh petani di lapangan.
Menurut Bob, keputusan Mentan yang segera menanggapi keluhan Gubernur Lampung dan para petani terkait harga singkong menunjukkan keseriusan pemerintah. Berdasarkan laporan Gubernur Lampung, tingginya harga singkong di daerah tersebut membuat sejumlah pabrik memilih membeli bahan baku dari luar daerah, sehingga menyulitkan petani lokal.
“Kami di DPR, khususnya Baleg, mendukung penuh langkah cepat Mentan Amran yang tancap gas menyelesaikan persoalan singkong di Lampung. Pemerintah tidak boleh membiarkan petani menanggung kerugian akibat ketidakpastian harga dan lemahnya serapan pasar. Harus ada intervensi nyata untuk melindungi mereka,” tegas Bob Hasan dalam pertemuan Mentan Amran bersama Gubernur Lampung dan empat bupati dari provinsi tersebut, di Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Bob menambahkan, stabilitas harga dan ketersediaan singkong akan memberikan manfaat ganda. Petani memperoleh kepastian usaha dan peningkatan pendapatan, sementara industri olahan pangan mendapat jaminan pasokan bahan baku secara berkesinambungan.
“Singkong adalah komoditas strategis. Selain pangan pokok alternatif, juga menjadi bahan baku industri bahkan bioenergi. Maka, kebijakan untuk memperkuat produksi dan tata niaga singkong sejalan dengan agenda kemandirian pangan nasional,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal regulasi nasional terkait tata niaga singkong. Ia menyatakan aturan tersebut harus segera diputuskan dan dijalankan secara konsisten agar petani memperoleh kepastian usaha.
Mentan memastikan akan segera menerbitkan surat resmi penetapan harga minimal singkong secara nasional, dengan mengacu pada regulasi yang telah berlaku di Lampung.
“Pak Sekjen, malam ini siapkan surat, segera saya tandatangani agar harga singkong secara nasional disamakan dengan harga di Lampung. Dengan begitu, petani punya jaminan harga,” kata Amran.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi petani, dan pelaku industri untuk membangun tata niaga singkong yang sehat dan berkeadilan. Selain itu, ia mendorong petani meningkatkan produksi sekaligus memperbaiki kualitas hasil panen agar sesuai dengan standar industri.
“Jika tata niaga ini kita perbaiki, singkong akan menjadi komoditas luar biasa. Nilai tambahnya besar, bahkan bisa menopang ekonomi daerah maupun nasional. Kita siap mengawal penuh,” tutup Mentan.(***)
Penulis : Zul
Editor : Ami













