IPO: Sri Mulyani hingga Budi Arie Jadi Beban Politik dalam Reshuffle Prabowo

- Penulis

Selasa, 9 September 2025 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah (dok. rentak.id)

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah (dok. rentak.id)

JAKARTA – Reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025) menuai sorotan luas. Indonesia Political Opinion (IPO) menilai langkah ini bukan hanya jawaban atas tekanan publik, tetapi juga sinyal kuat konsolidasi politik di pemerintahan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan mengumumkan bahwa Presiden Prabowo mengganti lima menteri di Kabinet Merah Putih. Perubahan ini meliputi:

Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan

Kementerian Keuangan

Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)

Kementerian Koperasi

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)

“Atas berbagai pertimbangan, masukan, dan evaluasi yang dilakukan terus-menerus oleh Bapak Presiden, maka pada sore ini beliau memutuskan untuk melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada beberapa jabatan kementerian,” jelas Prasetyo.

Analisis IPO: Tekanan Publik dan Beban Politik Presiden

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menilai reshuffle ini erat kaitannya dengan desakan masyarakat pasca demonstrasi besar-besaran yang menuntut evaluasi kinerja kabinet.

“Gerakan publik yang menekan Presiden untuk mengevaluasi kinerja kabinet sangat kuat. Beberapa menteri yang diganti bahkan kerap disebut menjadi beban politik Presiden, seperti Sri Mulyani, Budi Arie, Kadir Karding, hingga Dito,” ujar Dedi, Selasa (9/9/2025).

Ia juga menegaskan bahwa struktur kabinet yang dinilai “obesitas” sudah lama menghambat pembangunan. Beberapa nama lain seperti Raja Juli, Sakti Wahyu Trenggono, hingga Natalius Pigai dinilai juga layak dievaluasi.

Konsolidasi Politik dan Prediksi Reshuffle Lanjutan

Menurut Dedi, keputusan Presiden bukan hanya soal kinerja, tetapi juga mengarah pada konsolidasi politik.
“Langkah ini memungkinkan kabinet menjadi satu suara, tanpa ada kepentingan lain selain kepentingan Presiden,” katanya.

Ia bahkan memprediksi akan ada reshuffle lanjutan.
“Ini bisa saja langkah awal pembersihan kelompok tertentu. Ke depan, bukan tidak mungkin reshuffle kembali dilakukan,” tutup Dedi.

Di media sosial, topik reshuffle kabinet langsung menduduki trending teratas. Sebagian netizen menyambut positif keputusan ini, namun ada juga yang menilai langkah tersebut sebagai manuver politik untuk memperkuat posisi pemerintahan.

Keputusan Presiden Prabowo mengganti lima menteri ini dinilai akan membawa implikasi besar terhadap arah politik dan pemerintahan ke depan.

Penulis : regardo sipiroko

Editor : Ami

Berita Terkait

Anhar Gonggong: 100 Profesor Surati Prabowo, Minta Gibran Mundur!
Menko Polkam Apresiasi Sinergi TNI-Polri dan Pemda Pulihkan Keamanan Papua Barat Daya
IBSW Nilai Kiprah Dasco Responsif Selesaikan Persoalan Rakyat
Survei IPO Ungkap Tiga Pekerjaan Rumah Pemerintah: Harga Pangan, Korupsi, dan Lapangan Kerja
Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana, Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Jadi Sorotan
Ratusan Anak Muda Padati Sekolah Partai PDIP, Komarudin Watubun Tekankan 3 Pilar Ini
Gerindra Soroti Kinerja Kabinet Prabowo, 42 Menteri dan Wamen Dinilai Belum Optimal
Deddy Sitorus Bicara Putusan MK soal Gibran, Singgung Hak Angket DPR

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Anhar Gonggong: 100 Profesor Surati Prabowo, Minta Gibran Mundur!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Menko Polkam Apresiasi Sinergi TNI-Polri dan Pemda Pulihkan Keamanan Papua Barat Daya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:13 WIB

IBSW Nilai Kiprah Dasco Responsif Selesaikan Persoalan Rakyat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Survei IPO Ungkap Tiga Pekerjaan Rumah Pemerintah: Harga Pangan, Korupsi, dan Lapangan Kerja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana, Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB