Indonesia Dorong Ekspor Kerajinan Lewat Tokyo International Gift Show 2025

- Penulis

Kamis, 4 September 2025 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokyo International Gift Show Autumn (TIGS) 2025, (dok. rentak.id)

Tokyo International Gift Show Autumn (TIGS) 2025, (dok. rentak.id)

TOKYO – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI terus memperkuat promosi produk kerajinan Indonesia di pasar internasional dengan berpartisipasi dalam Tokyo International Gift Show Autumn (TIGS) 2025, pameran kerajinan terbesar di Jepang. Acara ini berlangsung pada 3–5 September 2025 di Tokyo Big Sight, Tokyo, Jepang.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan, keikutsertaan Indonesia di TIGS 2025 merupakan bentuk diplomasi dagang berbasis desain dan narasi, sekaligus upaya meningkatkan nilai tambah produk lokal di pasar global.

“Keikutsertaan Indonesia pada TIGS adalah momentum untuk memperkenalkan kekuatan produk lokal yang siap bersaing secara internasional. Kami ingin dunia melihat Indonesia bukan hanya sebagai penghasil bahan baku, tetapi juga sebagai sumber inspirasi desain, inovasi, dan produk bernilai tinggi,” kata Mendag Budi Santoso di Tokyo, Rabu (3/9/2025).

Paviliun Indonesia: “Crafting Peace, Living Harmony”

Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, Paviliun Indonesia menjadi hasil kolaborasi antara Kemendag, Kementerian Perindustrian, KBRI Tokyo, dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

“Kami ingin memastikan Indonesia tampil maksimal, baik dari sisi kualitas produk, kekuatan cerita, maupun kesiapan bisnis. Sinergi ini penting untuk mendorong ekspor produk kerajinan nasional,” jelas Fajarini.

Paviliun Indonesia mengusung tema “Crafting Peace, Living Harmony” dan menampilkan 10 pelaku usaha terpilih di zona Life×Design, West Hall 1, Tokyo Big Sight. Dari jumlah tersebut, tiga brand unggulan yakni Javani Narutala, Green Galeria, dan Handep Ethical sebelumnya telah meraih Good Design Award Jepang, yang menjadi pengakuan atas kualitas dan inovasi desain mereka.

Proses kurasi peserta dilakukan dalam dua tahap:

Seleksi administrasi, meliputi sertifikasi internasional, kesiapan ekspor, dan kekuatan narasi produk.

Pitching untuk menilai kualitas dan daya saing produk.

Melalui proses ini, pelaku usaha tidak hanya memamerkan karya terbaik, tetapi juga berkesempatan business matching dengan calon mitra potensial dari Jepang.

Peluang Ekspor yang Semakin Besar

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo, Maria Renata Hutagalung, menekankan pentingnya seleksi produk agar sesuai dengan standar pasar Jepang yang dikenal sangat ketat.

“Produk lokal Indonesia kini semakin diminati konsumen muda Jepang, terutama yang berbahan baku alami dan ramah lingkungan. Seleksi yang ketat memastikan produk kita memiliki daya saing tinggi di pasar internasional,” ujarnya.

TIGS 2025 sendiri merupakan penyelenggaraan ke-100 dan diikuti 3.000 perusahaan dari 16 negara, dengan perkiraan 200.000 pengunjung lokal dan 5.500 pengunjung asing. Pameran ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli (buyer) yang mencari produk bergaya Jepang serta tren desain global.

Selain pameran, Paviliun Indonesia juga menyelenggarakan diskusi tematik dan pitching produk, bekerja sama dengan komunitas desain Jepang, buyer, serta ASEAN Japan Center (AJC). Kegiatan ini mendukung program UMKM BISA Ekspor dari Kemendag, yang mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah berani berinovasi dan siap ekspor.

Ekspor Kerajinan Indonesia ke Jepang Naik 26,26 Persen

Data Kemendag mencatat, sepanjang Januari–Juni 2025, ekspor kerajinan Indonesia ke Jepang mencapai USD 16,4 juta, naik 26,26 persen dibanding periode yang sama pada 2024.

Kontribusi terbesar berasal dari produk aksesori seperti topi tenun, topi jahit, dan tekstil lainnya, yang menyumbang 20,41 persen dari total ekspor.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Ari Satria, mengatakan tren positif ini menunjukkan apresiasi pasar Jepang terhadap kerajinan Indonesia.

“Pasar Jepang terkenal detail dan sangat memperhatikan mutu. Ini peluang besar untuk produk kerajinan Indonesia menembus segmen premium dengan memadukan estetika, fungsi, dan nilai budaya,” ujarnya.

Sementara itu, secara global, ekspor kerajinan Indonesia pada periode Januari–Juli 2025 mencapai USD 253,7 juta, dengan Jepang sebagai pasar tujuan terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

Dengan momentum ini, Indonesia semakin optimistis memperkuat posisi sebagai pusat desain dan inovasi kerajinan dunia, sekaligus mendorong UMKM naik kelas dan bersaing di pasar internasional.

Penulis : dafri jh

Editor : ameri

Berita Terkait

BULOG Buka Gudang ke Mahasiswa, Stok Beras Nasional Tembus 5,2 Juta Ton
Ketua Komisi III DPR RI Kunjungi BULOG Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Stok di Gudang BULOG Cukup
Produksi Udang Vaname Kebumen Tembus 46 Ton, Program BUBK KKP Tunjukkan Hasil Nyata
BULOG Pastikan Distribusi Minyakita Berjalan Lancar, Harga Tetap Stabil
BULOG Dorong Asuransi Pertanian di Indramayu untuk Cegah Gagal Panen dan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Panen Raya di Tulungagung Perkuat Cadangan Beras, BULOG Serap Ribuan Kilogram Gabah Petani
BULOG Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran, Wadirut Turun Langsung ke Medan
Pakar Hukum Puji Mentan Amran, Berani Sikat Mafia Beras hingga Stok 5 Juta Ton

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:14 WIB

BULOG Buka Gudang ke Mahasiswa, Stok Beras Nasional Tembus 5,2 Juta Ton

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:58 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Kunjungi BULOG Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Stok di Gudang BULOG Cukup

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:41 WIB

Produksi Udang Vaname Kebumen Tembus 46 Ton, Program BUBK KKP Tunjukkan Hasil Nyata

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:10 WIB

BULOG Pastikan Distribusi Minyakita Berjalan Lancar, Harga Tetap Stabil

Kamis, 30 April 2026 - 09:46 WIB

BULOG Dorong Asuransi Pertanian di Indramayu untuk Cegah Gagal Panen dan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terbaru