Indonesia Summit 2025, AHY Ajak Anak Muda Jadi Agen Transformasi Bangsa

- Penulis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai motor utama pembangunan bangsa.

Pesan itu ia sampaikan dalam ajang Indonesia Summit 2025 yang diselenggarakan IDN Media di The Tribrata, Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Forum strategis ini mempertemukan beragam pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku industri, hingga komunitas muda dari seluruh Indonesia. Dalam suasana penuh optimisme, Menko AHY menyampaikan bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh seberapa besar keterlibatan generasi muda dalam membangun negeri.

“Saya ingin mengajak kita semua, khususnya generasi muda Indonesia, untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pemain utama dalam pembangunan nasional. Kita sedang berada di masa krusial, di mana Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan lompatan kemajuan menuju visi Indonesia Emas 2045. Tapi peluang ini tidak akan datang dua kali. Generasi muda harus menjadi lokomotif perubahan, inovator, sekaligus pelopor dalam berbagai bidang pembangunan. Jangan sia-siakan momentum sejarah ini,” tegas AHY.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi besar untuk memperkuat fondasi bangsa menghadapi era mendatang. Empat fokus utama pembangunan infrastruktur nasional menurut AHY mencakup ketahanan energi dan air, peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan konektivitas dan ekonomi, serta perlindungan lingkungan hidup.

“Infrastruktur adalah tulang punggung pembangunan ekonomi sekaligus kemajuan manusia. Jika kita bicara pemerataan pembangunan, maka itu berarti bicara tentang konektivitas antardaerah, efisiensi logistik, serta akses terhadap layanan dasar. Inilah yang menjadi arteri kemakmuran nasional. Namun yang lebih penting, pembangunan infrastruktur harus menyentuh manusia, meningkatkan kesejahteraan dan membuka peluang, terutama bagi masyarakat di wilayah tertinggal,” papar Menko AHY.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki generasi muda Indonesia. Dengan dominasi usia produktif, AHY menilai anak muda memiliki kekuatan kolektif untuk menghadirkan transformasi nyata di berbagai bidang, mulai dari teknologi, kewirausahaan, digitalisasi, hingga solusi ramah lingkungan.

“Kalau kita lihat demografi hari ini, hampir 70% penduduk Indonesia adalah usia produktif. Ini adalah bonus demografi yang tidak akan bertahan lama. Saya membayangkan anak-anak muda Indonesia menjadi inovator yang menciptakan teknologi ramah lingkungan, advokat kebijakan inklusif di parlemen, atau pemimpin komunitas yang mampu menginspirasi perubahan dari bawah. Semua itu bisa kita wujudkan, asalkan kita punya kemauan, keberanian, dan ekosistem yang mendukung,” ungkapnya.

Dalam perhelatan tersebut, AHY hadir bersama Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, serta Staf Khusus Menteri Bidang Kerja Sama Lembaga Nonpemerintah dan Kerja Sama Luar Negeri, Merry Riana.(***)

 

Penulis : Zul

Editor : Ami

Berita Terkait

Indonesia Punya 17.343 Pulau Kecil, Baru 1.349 yang Sudah Bersertipikat
LKBH HMI Desak Menag Evaluasi Sekjen Kemenag, Polemik UINSA Ikut Disorot
Banjir Bandang Ancam Padang, Kementerian PU Siapkan Rp487 Miliar dan Bendung Penahan Sedimen
Bukan Cuma Karhutla, Mendes Yandri Soroti Sengketa Lahan hingga Koperasi Desa
Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh
Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Indonesia Punya 17.343 Pulau Kecil, Baru 1.349 yang Sudah Bersertipikat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:21 WIB

LKBH HMI Desak Menag Evaluasi Sekjen Kemenag, Polemik UINSA Ikut Disorot

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Bukan Cuma Karhutla, Mendes Yandri Soroti Sengketa Lahan hingga Koperasi Desa

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Berita Terbaru