Penyaluran Beras SPHP BULOG Tembus 8 Ribu Ton Sehari, Harga Beras Mulai Turun di 196 Daerah

- Penulis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut Bulog Ahmad  Rizal Ramdhani  didampingi dari pihak Kementerian Pertanian dan Kementerian Luar Negeri saat meninjau kwalitas beras di Gudang Bulog Wilayah DKI Jakarta dan Banten, di Kelapa Gading, Jakarta Timur. (foto.lazir-rentak.id)

Dirut Bulog Ahmad  Rizal Ramdhani  didampingi dari pihak Kementerian Pertanian dan Kementerian Luar Negeri saat meninjau kwalitas beras di Gudang Bulog Wilayah DKI Jakarta dan Banten, di Kelapa Gading, Jakarta Timur. (foto.lazir-rentak.id)

JAKARTA – Upaya Perum BULOG dalam menjaga stabilitas harga beras mulai menunjukkan hasil nyata. Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada 25 Agustus 2025 mencapai lebih dari 8 ribu ton yang disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia.

Langkah ini tidak hanya memastikan ketersediaan stok beras, tetapi juga berdampak langsung pada penurunan harga di pasar.

Data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, harga beras medium pada minggu ke-3 Agustus 2025 turun di 196 kabupaten/kota. Rata-rata harga beras yang semula Rp14.332/kg pada minggu sebelumnya, kini turun menjadi Rp14.239/kg.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen pihaknya untuk memperkuat distribusi beras SPHP melalui berbagai saluran resmi dan terintegrasi.

“Dengan stok yang cukup dan distribusi yang masif, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau. Penurunan harga di hampir dua ratus daerah menjadi bukti nyata efektivitas kebijakan stabilisasi pangan pemerintah melalui BULOG,” ujar Rizal, Rabu (27/8/2025).

Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui jaringan luas, mulai dari Rumah Pangan Kita (RPK), ritel modern, koperasi desa, outlet binaan, hingga program Gerakan Pangan Murah bersama pemerintah daerah. BULOG juga menggandeng BUMN pangan seperti ID FOOD, PT Pos Indonesia, PTPN, Pupuk Indonesia Holding Company, serta instansi pemerintah, TNI/Polri, dan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian.

Selain fokus pada harga, BULOG juga menjamin kualitas beras SPHP sesuai standar dan distribusinya merata hingga tingkat desa. Kolaborasi erat dengan Bapanas, pemerintah daerah, BUMN pangan, dan mitra distribusi diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sepanjang 2025, BULOG telah menyalurkan lebih dari 259 ribu ton beras SPHP dan menegaskan komitmennya hadir sebagai penyedia pangan strategis sekaligus instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terbaru