JAMBI – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan pentingnya mencegah pernikahan dini sebagai salah satu langkah utama dalam mengurangi angka stunting di Indonesia.
Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi salah satu keluarga berisiko stunting (KRS) penerima manfaat program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kota Jambi, Rabu (20/8/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Wamen Isyana mendapati seorang ibu berusia 17 tahun dengan bayi yang baru berumur 30 hari. Menurutnya, kehamilan pada usia terlalu muda sangat berisiko karena kondisi fisik dan mental ibu belum siap.
“Kehamilan di usia terlalu muda sangat berisiko karena ibu belum siap secara fisik maupun mental. Kondisi ini dapat berdampak pada tumbuh kembang bayi dan meningkatkan risiko stunting. Temuan ini menunjukkan bahwa pernikahan dini masih menjadi persoalan serius di Jambi, di mana banyak ibu hamil masih berusia belasan tahun,” tegas Wamen Isyana.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Isyana didampingi oleh Wakil Gubernur Jambi, Drs. Abdullah Sani, serta Wakil Wali Kota Jambi, Diza Aljoza. Ia menuturkan bahwa Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga terus mendorong edukasi pencegahan stunting melalui berbagai program, termasuk yang menyasar remaja.
Program Generasi Berencana (Genre) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), lanjutnya, menjadi wadah untuk membekali generasi muda agar siap membangun keluarga sehat dan bertanggung jawab.
Selain edukasi remaja, Wamen Isyana juga menekankan pentingnya program Keluarga Berencana (KB) bagi pasangan suami istri. “Program KB membantu mengatur jarak kelahiran anak sehingga risiko stunting dan komplikasi kesehatan pada ibu maupun anak dapat diminimalkan, serta memastikan ibu dan anak lebih sehat,” ujarnya.
Dalam dialog dengan ibu hamil dan ibu baduta di Puskesmas Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Wamen Isyana kembali mengingatkan pentingnya mengikuti program KB setelah melahirkan.
“Ibu setelah lahiran harus ikut program KB. Karena bagaimana pun juga, mengatur jarak kehamilan sangat penting untuk melakukan pencegahan stunting,” pungkasnya.
Penulis : amanda az
Editor : reni diana













