KP2MI Lepas 202 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan dan Jerman, Didominasi Sektor Manufaktur dan Kesehatan

- Penulis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KP2MI memberangkatkan 202 Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan dan Jerman. (dok. kp2mi)

KP2MI memberangkatkan 202 Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan dan Jerman. (dok. kp2mi)

DEPOK – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) kembali memberangkatkan 202 Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan dan Jerman.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 191 PMI akan ditempatkan di Korea Selatan, sementara 11 lainnya diberangkatkan ke Jerman.

Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas, menjelaskan bahwa seluruh calon pekerja migran ini telah menjalani Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) yang mencakup pelatihan kompetensi dasar hingga penguasaan bahasa negara tujuan.

“Umumnya persiapan membutuhkan waktu hingga dua tahun, karena kami ingin memastikan pekerja yang diberangkatkan memiliki kompetensi teknis dan bahasa yang memadai,” kata Ahnas saat melepas PMI di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri Bisnis dan Pariwisata, Depok, Senin (18/8/2025).

Ahnas merinci bahwa 191 PMI yang berangkat ke Korea Selatan akan bekerja di sektor manufaktur, perikanan, dan jasa.
Sementara itu, 11 PMI yang diberangkatkan ke Jerman akan bekerja di sektor kesehatan sebagai perawat.

Dalam sambutannya, Ahnas menekankan agar para PMI selalu menjaga nama baik bangsa saat bekerja di luar negeri.

“Pekerja Migran Indonesia punya karakteristik budaya yang harus kita pertahankan. Tunjukkan dedikasi dan karakteristik kita bahwa Indonesia memiliki budaya yang baik,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia yang sudah 80 tahun merdeka harus terus melahirkan generasi pekerja yang mampu berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

Lebih lanjut, Ahnas mendorong para pekerja migran untuk memanfaatkan kesempatan bekerja di Korea Selatan dan Jerman sebagai ajang belajar dan mengembangkan diri.

“Ini tempat pembelajaran terbaik. Apa yang dipelajari dan digunakan di negara penempatan bisa diterapkan saat kembali ke Indonesia,” katanya.

Sebelum menutup sambutannya, Ahnas berpesan agar para PMI juga mampu mengadopsi teknologi terbaru dari negara tujuan kerja dan mengimplementasikannya di tanah air demi mendukung kemajuan Indonesia.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Skandal Sadap Presiden Membuka Persoalan Baru, Abdullah Soroti Pengawasan Alat Intelijen Polri
MagangHub Batch 3 Angkatan II Dibuka 5 November, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya
Bukan Sekadar Kasus Penyadapan, ICSF Ungkap Ancaman Serius di Balik Keamanan Digital Istana
Sungai Regoyo Dialihkan, Akses Warga Terdampak Lahar Semeru Mulai Dibuka
UMP 2027 Diusulkan Naik hingga 9,5 Persen, Said Iqbal Desak Pemerintah Segera Bertindak
Kapolri Beri Penghormatan kepada Lima Jurnalis yang Hilang di Gunung Anak Krakatau
Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka
Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:30 WIB

Skandal Sadap Presiden Membuka Persoalan Baru, Abdullah Soroti Pengawasan Alat Intelijen Polri

Rabu, 4 November 2026 - 15:58 WIB

MagangHub Batch 3 Angkatan II Dibuka 5 November, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya

Rabu, 4 November 2026 - 14:25 WIB

Bukan Sekadar Kasus Penyadapan, ICSF Ungkap Ancaman Serius di Balik Keamanan Digital Istana

Rabu, 4 November 2026 - 11:19 WIB

Sungai Regoyo Dialihkan, Akses Warga Terdampak Lahar Semeru Mulai Dibuka

Rabu, 4 November 2026 - 10:04 WIB

UMP 2027 Diusulkan Naik hingga 9,5 Persen, Said Iqbal Desak Pemerintah Segera Bertindak

Berita Terbaru