BEKASI – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengunjungi SMA Negeri 13 Bekasi, sekolah perintis program Sekolah Rakyat, Kamis (14/8/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Karding memberikan motivasi kepada 180 siswa sekaligus mendorong agar sekolah rakyat mengakomodasi program “Kelas Migran” yang digagas KemenP2MI.
“Jadi hari ini saya sengaja berkunjung ke SMA 13 Bekasi yang merupakan perintisan sekolah rakyat. Di sini ada 180 siswa dan tadi saya memberi motivasi kepada adik-adik kita agar mereka punya kepercayaan diri dan semangat,” ujar Karding.
Program Kelas Migran merupakan kegiatan ekstrakurikuler sejak kelas 1 SMA yang membekali siswa dengan kemampuan bahasa asing, pengetahuan negara tujuan kerja seperti Jepang, Korea, atau Jerman, serta persiapan mental untuk bekerja di luar negeri.
“Kelas migran ini dibentuk sejak awal. Setelah tiga tahun pembinaan, peluang mereka terserap kerja sangat tinggi. Paling hanya butuh pelatihan tambahan satu hingga dua bulan sebelum berangkat,” jelasnya.
Menteri Karding menegaskan, penguasaan bahasa asing — khususnya bahasa Inggris — sejak bangku sekolah sangat penting bagi calon pekerja migran.
“Saya minta Sekolah Rakyat mewajibkan bahasa Inggris. Kita tidak bisa berselancar di era global ini kalau tidak bisa bahasa Inggris,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Karding juga menerima surat dari Alma, siswi SMA Negeri 13 Bekasi, yang dititipkan untuk Presiden Prabowo Subianto. Surat itu berisi ucapan terima kasih atas pendirian Sekolah Rakyat yang membuka kesempatan pendidikan lebih luas bagi anak-anak Indonesia.
Karding kemudian membacakan isi surat tersebut di hadapan siswa:
“Bismillah, untuk Pak Prabowo, saya Alma salah satu siswi Sekolah Rakyat. Terima kasih banyak Bapak karena telah mendirikan Sekolah Rakyat, memberikan kesempatan dan peluang untuk banyak anak Indonesia bisa menimba ilmu dan menggapai impian kita. Sekali lagi, terima kasih banyak Pak Prabowo,” tulis Alma.
Penulis : lazir
Editor : ameri













