JAKARTA – Dalam rangka memperingati 70 tahun Konferensi Asia Afrika, Gedung Merdeka kembali menjadi saksi sejarah lahirnya semangat solidaritas global. Konferensi Pemuda Indonesia untuk Gaza Palestina resmi digelar pada Sabtu (12/7/2025), menghadirkan ratusan pemuda dari berbagai organisasi dan latar belakang untuk menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang refleksi terhadap semangat Dasa Sila Bandung, tetapi juga wadah konsolidasi aksi nyata dan diplomasi rakyat yang digerakkan oleh generasi muda.
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, secara resmi membuka konferensi tersebut dengan pidato inspiratif yang membakar semangat para peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
“Anak muda adalah energi terbesar bagi kemerdekaan Palestina,” tegas Mardani di hadapan ratusan peserta dari 162 organisasi pemuda, ormas, akademisi, dan tokoh masyarakat.
Mardani juga mengutip kisah semut Nabi Ibrahim sebagai simbol keberanian dan aksi kolektif yang tampak kecil namun bernilai besar di mata Tuhan.
“Ketika semut-semut membawa air untuk memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim, banyak yang bertanya: mana mungkin setitik air bisa memadamkan api sebesar itu?. Tapi jangan lupa, ada Allah SWT yang sedang menilai: mana aksi dan keberanian kita. Mudah-mudahan kehadiran kita hari ini menjadi bukti di yaumul akhir nanti, bahwa kita adalah bagian dari semut-semut yang mencoba memadamkan api di Palestina,” ungkap Mardani Ali Sera, Anggota DPR RI F-PKS Komisi II, Dapil Jakarta Timur.
Konferensi ini terbagi dalam tiga sesi utama. Sesi pertama diisi diskusi panel yang membahas dinamika isu Palestina dan peran pemuda. Sesi kedua berformat talkshow dan Focus Group Discussion (FGD) yang menggali strategi konkret dukungan untuk Gaza. Puncak acara adalah sesi ketiga, yaitu pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Pemuda Indonesia untuk Gaza Palestina, yang memuat tujuh solusi aksi nyata (actionable solutions) sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam konferensi ini, di antaranya musisi Melly Goeslaw; anggota BKSAP DPR RI Brigitte Lasut dan Verrel Bramastya; Dirjen ASPASAF Kemlu Abdul Kadir Jaelani; Staf Ahli Kemenpora Suyadi Pawiro; Rektor UIII Prof. Jamhari Makruf; Rektor Universitas Al-Ghifari Prof. Didin Muhafidin; Ketua Pelaksana Konferensi; Anggota DPRD Jawa Barat Ummi Siti; Oke Setiadi dari Global Youth Coalition for Quds and Palestine; Maimon Herawati dari SMART 171; dan Saiful Rahman, pendiri SPI. Perwakilan dari Gubernur Jawa Barat juga turut hadir menyampaikan dukungan.
BKSAP DPR RI menyampaikan apresiasi atas partisipasi semua pihak dan menegaskan bahwa semangat solidaritas terhadap Palestina tidak boleh berhenti pada deklarasi semata.
“Seperti Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di tempat ini menjadi tonggak perjuangan bangsa-bangsa, hari ini kita hadir untuk melanjutkan api solidaritas itu demi Palestina merdeka,” tutup Mardani.
Konferensi ini menjadi simbol kebangkitan gerakan solidaritas pemuda Indonesia yang tidak hanya bersuara, tetapi juga bergerak. Sebuah momentum bersejarah yang menegaskan bahwa semangat Dasa Sila Bandung masih menyala, kini diarahkan kepada perjuangan Palestina untuk meraih kemerdekaannya.
Penulis : Ainuni Rahmita






