TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa negaranya tidak akan mundur dalam menghadapi serangan Israel dan menolak mentah-mentah kemungkinan perundingan dengan negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan di tengah memuncaknya ketegangan antara kedua negara setelah serangkaian serangan balasan sejak akhir pekan lalu.
“Kita harus memberikan respons yang kuat terhadap rezim teroris Zionis. Kita tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada Zionis,” tulis Khamenei melalui akun resminya di platform X (dulu Twitter), Rabu (30/6/2025).
Pernyataan keras itu muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan tajam kepada Teheran. Dalam konferensi pers, Trump mengklaim Washington mengetahui “persis” lokasi Ayatollah Khamenei berada, dan menambahkan bahwa pemimpin spiritual Iran itu “aman untuk saat ini” namun memperingatkan bahwa “kesabaran kami sudah menipis.”
Situasi memanas sejak Israel melancarkan serangan udara pada Jumat lalu ke berbagai fasilitas di Iran, termasuk target militer dan lokasi yang diduga sebagai instalasi nuklir. Serangan tersebut langsung dibalas oleh Iran dengan peluncuran ratusan rudal ke wilayah Israel.
Otoritas di Israel menyebut sedikitnya 24 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat serangan dari Iran. Sementara itu, menurut pemerintah Iran, jumlah korban dari pihak mereka jauh lebih besar: sedikitnya 224 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka akibat serangan Israel.
Ketegangan yang meningkat ini memunculkan kekhawatiran internasional akan pecahnya konflik berskala penuh di kawasan Timur Tengah.
Penulis : lazir
Editor : ameri
Sumber Berita: x.com






