Kemnaker dan Kemensos Kolaborasi Wujudkan Sekolah Rakyat Prabowo, 41 BLK Disiapkan

- Penulis

Jumat, 20 Juni 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkaer dan Mensos kolaborasi sekolah rakyat. (dok. rentak.id)

Menkaer dan Mensos kolaborasi sekolah rakyat. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Pemerintah terus mengebut persiapan program Sekolah Rakyat, inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang menyasar pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan vokasional. Salah satu langkah konkret dilakukan lewat kolaborasi dua kementerian kunci: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Sosial (Kemensos).

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Sekolah Rakyat dengan mengoptimalkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) yang dikelola kementeriannya, baik pusat maupun yang berada di bawah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

“Ini adalah kolaborasi strategis yang diarahkan langsung oleh Presiden. BLK milik Kemnaker akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan belajar dalam program Sekolah Rakyat,” ujar Yassierli saat menerima Menteri Sosial Saifullah Yusuf di kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (20/6/2025).

Menurutnya, Sekolah Rakyat adalah langkah revolusioner Presiden Prabowo dalam memberikan akses pendidikan dan keterampilan bagi masyarakat miskin ekstrem yang selama ini luput dari sistem pendidikan formal.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa program ini sudah memasuki tahap awal dengan pembukaan Sekolah Rakyat di 100 titik di seluruh Indonesia. Sebanyak hampir 10.000 siswa telah terdaftar, dan seluruh perangkat seperti guru, tenaga kependidikan, hingga kepala sekolah sudah direkrut dan siap bertugas.

“Selanjutnya, atas arahan Presiden, kami berdua akan memperluas jangkauan Sekolah Rakyat pada tahun 2025 dan 2026. Untuk itu, kita manfaatkan fasilitas BLK sebagai lokasi pembelajaran,” terang Saifullah.

Ia menambahkan bahwa dari hasil diskusi dengan Kemnaker, telah diidentifikasi 41 BLK yang siap digunakan dalam fase awal pengembangan. Selain itu, beberapa BLK milik UPTD juga akan disinergikan dalam waktu dekat.

Untuk memastikan kesiapan, kolaborasi lintas kementerian ini akan dilanjutkan dengan dua langkah utama. Pertama, Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan verifikasi teknis terhadap kondisi sarana dan prasarana BLK yang akan digunakan. Kedua, Kemnaker dan Kemensos akan merancang kurikulum berbasis keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan minat peserta didik.

“Target kami, lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya punya ijazah, tapi juga punya skill yang bisa langsung dimanfaatkan di dunia kerja. Kurikulumnya akan disusun sesuai standar Kemnaker,” tegas Saifullah.

Program Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem nasional yang saat ini masih menyentuh jutaan jiwa. Pemerintah menargetkan perluasan program hingga mencakup ribuan peserta baru dalam dua tahun ke depan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru