Dirjen Dikti Dorong Kampus Jadi Solusi Sosial Menuju Indonesia Emas 2045

- Penulis

Selasa, 10 Juni 2025 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar Nasional bertajuk Inovasi Manajemen Sekolah dalam Menyiapkan Generasi Emas 2045 (dok. Kemdikti Saintek)

Seminar Nasional bertajuk Inovasi Manajemen Sekolah dalam Menyiapkan Generasi Emas 2045 (dok. Kemdikti Saintek)

BIREUEN – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai agen solusi sosial dalam menghadapi tantangan zaman. Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Nasional bertajuk “Inovasi Manajemen Sekolah dalam Menyiapkan Generasi Emas 2045”, yang digelar bersamaan dengan pengukuhan pengurus Ikatan Sarjana Magister Administrasi Pendidikan Indonesia (ISMAPI) Provinsi Aceh, Selasa (10/6/2025) di Bireuen.

Menurut Khairul, perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Di tengah dinamika sosial dan era disrupsi yang semakin kompleks, kampus dituntut untuk turun tangan langsung memberikan solusi nyata di tengah masyarakat.

“Melalui Gerakan Kampus Berdampak, kami ingin kampus tidak berhenti di ruang kelas. Tridarma perguruan tinggi harus menyambung langsung dengan kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya di hadapan lebih dari 300 peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, dan praktisi pendidikan se-Aceh.

Ia menambahkan, konsep “Kampus Berdampak” mengajak perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan ilmu, tetapi juga menjadi penggerak perubahan dan kemajuan masyarakat sekitar.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal ISMAPI Pusat, Arwildayanto, menilai bahwa inovasi dalam manajemen pendidikan tinggi menjadi kunci penting menyongsong bonus demografi dan menyambut Indonesia Emas 2045. Ia juga menekankan bahwa sekolah tidak boleh hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga harus menjadi pusat pembentukan karakter dan kepemimpinan masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pengukuhan pengurus ISMAPI Provinsi Aceh untuk periode 2025–2029. Rektor Universitas Almuslim, Marwan, resmi dilantik sebagai Ketua ISMAPI Aceh oleh Sekjen ISMAPI Pusat.

Dalam sambutannya, Marwan menegaskan komitmen ISMAPI Aceh untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan di wilayah Aceh. Program kerja yang akan segera dijalankan, antara lain pelatihan kepemimpinan kepala sekolah, penguatan riset manajemen pendidikan, serta pendampingan digitalisasi sekolah.

“Kami mendorong agar inovasi manajerial tidak hanya berhenti di tataran wacana, tetapi benar-benar terimplementasi secara konkret,” tegasnya.

Seminar ditutup dengan sesi tanya jawab yang menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk penguatan otonomi dan tata kelola sekolah, peningkatan mutu pendidikan tinggi, serta sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan dunia industri.

“Ekosistem pendidikan yang baik lahir dari kolaborasi dan kepemimpinan akademik yang kuat. Inilah fondasi untuk menciptakan bangsa yang maju,” tutur Arwildayanto.

Menutup rangkaian kegiatan, Dirjen Khairul mengutip pesan Ki Hajar Dewantara tentang pentingnya ilmu yang membawa keberkahan.

“Pendidikan itu memerdekakan. Ilmu tidak boleh berhenti di kepala, tetapi harus diamalkan agar memberi manfaat dan keberkahan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru