YOGYAKARTA – Kekalahan Jakarta LavAni Livin’ Transmedia di Grand Final Proliga 2025 masih terasa hangat ketika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato pembukaan dalam acara Lecture Series The Yudhoyono Institute (TYI) yang digelar di Ballroom Hotel Marriott, Yogyakarta, Senin malam (12/5).
Tim voli binaan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), harus puas sebagai runner-up setelah kalah dramatis dari Jakarta Bhayangkara Presisi dalam pertandingan lima set di GOR Amongrogo. Meski demikian, AHY tetap memberikan semangat dan penghargaan atas perjuangan tim LavAni.
“Saya jujur masih terpukul dengan hasil pertandingan semalam,” ungkap AHY di hadapan peserta acara, termasuk panelis dari Stanford University.
“Itu seperti final Super Bowl-nya bola voli Indonesia. Kita kalah, ya, tapi bukan berarti kita berhenti.”
AHY kemudian mengutip nasihat sang ayah, SBY, yang juga pendiri LavAni.
“Pak SBY sering berkata, ‘Kadang kita menang, kadang kita belajar.’ Itu bukan kekalahan, itu pelajaran berharga. Mari kita jadikan ini motivasi untuk bangkit,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.
AHY juga menekankan pentingnya semangat sportivitas dan ketangguhan.
“LavAni bukan hanya soal menang, tapi tentang semangat, kerja keras, dan pengabdian. Tahun depan kita rebut lagi gelar itu. LavAni selamanya!” tegasnya dengan penuh semangat.
Sebagai informasi, pertandingan final antara Jakarta LavAni dan Jakarta Bhayangkara Presisi berlangsung sengit, dengan skor akhir 3-2 untuk Bhayangkara (19-25, 23-25, 25-22, 25-22, 15-9), menandai kemenangan mereka di turnamen bergengsi PLN Mobile Proliga 2025. (RKL)






