JAKARTA — Masa depan sepak bola dan pembangunan olahraga Indonesia menjadi salah satu pembahasan utama saat Presiden FIFA Gianni Infantino bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/10/2026) siang.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Dalam pertemuan itu, Prabowo menegaskan pentingnya olahraga, khususnya sepak bola, sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi bangsa.
Erick mengatakan pertemuan berlangsung positif. Menurut dia, Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap pengembangan olahraga secara nasional.
“Alhamdulillah, pertemuan ini sangat baik. Bapak Presiden menyampaikan bahwa sepak bola dan olahraga sangat penting untuk pembangunan karakter bangsa,” ujar Erick seusai pertemuan.
Menurut Erick, komitmen pemerintah tidak hanya diarahkan pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga pengembangan fasilitas olahraga di berbagai daerah.
Ia menyebut Prabowo telah menyampaikan rencana agar fasilitas olahraga yang berada di daerah maupun pusat dapat dikerjasamakan dengan klub-klub olahraga.
“Seperti yang sudah dijanjikan kepada Bapak Gianni Infantino, Presiden akan mendorong sesegera mungkin agar fasilitas olahraga yang ada di daerah dan pusat bisa dikerjasamakan dengan klub-klub olahraga sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa,” kata Erick.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menyampaikan dukungan pemerintah terhadap FIFA dan berbagai agenda sepak bola internasional yang digelar di Indonesia.
Erick menyebut pemerintah mengapresiasi kepercayaan FIFA kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional, termasuk Piala Dunia U-17 dan FIFA ASEAN Cup 2026.
“Presiden menyampaikan dukungan penuh kepada FIFA dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia untuk menggelar event-event FIFA seperti Piala Dunia U-17 hingga FIFA ASEAN Cup 2026,” ujarnya.
Erick memastikan dukungan tersebut akan berlanjut untuk agenda-agenda FIFA berikutnya yang berlangsung di Indonesia.
“Tentu untuk beberapa event ke depan lainnya, pemerintah siap mendukung kegiatan-kegiatan FIFA,” tegasnya.
Sementara itu, Gianni Infantino mengaku senang dapat kembali mengunjungi Jakarta dan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.
Infantino mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup sering dikunjunginya selama menjabat sebagai Presiden FIFA. Ia menilai hal tersebut tidak terlepas dari besarnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.
“Indonesia adalah negara sepak bola yang besar, dengan pemimpin negara yang hebat, dan tentu saja Erick Thohir selaku ketua asosiasi sepak bola di Indonesia,” ujar Infantino.
Ia juga menilai Prabowo memiliki perhatian dan pemahaman yang kuat terhadap sepak bola.
“Kami berdiskusi dengan sangat baik bersama Presiden. Beliau adalah penggemar sepak bola yang hebat, beliau tertarik dengan sepak bola dan mengerti sepak bola dengan sangat baik,” katanya.
Menurut Infantino, perhatian pemerintah terhadap sepak bola dan olahraga dapat diarahkan untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Karena itu, pembahasan dengan Prabowo tidak hanya berkaitan dengan pertandingan dan kompetisi, tetapi juga menyentuh pembangunan ekosistem olahraga dan pembinaan pemain usia muda.
“Jadi kami berdiskusi tentang strategi secara umum dan juga visi di Indonesia. Dalam hal stadion, lapangan sepak bola, sekolah, dan apa pun yang berhubungan dengan olahraga dan sepak bola usia muda,” tutur Infantino.
FIFA, lanjut dia, siap berkolaborasi dengan PSSI dan pemerintah dalam pengembangan berbagai proyek tersebut.
“Kami berkolaborasi bersama federasi dalam proyek ini. Kami juga berdiskusi tentang FIFA ASEAN Cup yang fantastis, yang digelar di Indonesia,” kata Infantino.
Ia menilai penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola di kawasan.
“Sangat positif. Edisi paling pertama, dan yang pertama selalu menjadi sejarah,” tandasnya.
Penulis : guntar
Editor : gunawan tarigan






