BADUNG – Persaingan ketat mewarnai nomor slalom Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram 2026 di Sungai Ayung, Badung, Bali, Minggu (27/9/2026). Tingginya tingkat kesulitan lintasan membuat hampir seluruh tim harus menerima penalti.
Nomor slalom menuntut kecepatan sekaligus ketepatan membaca arus dan melewati gate downstream maupun upstream. Kesalahan memilih jalur dapat langsung memengaruhi catatan waktu.
Pada kategori senior putra, Jawa Barat menjadi yang tercepat dengan waktu 2 menit 09,008 detik, meski mendapat penalti empat detik. Jawa Timur berada di posisi kedua dengan 2 menit 20,197 detik, disusul Banten dengan 2 menit 21,594 detik.
Jawa Barat juga menguasai senior putri melalui Putri Priangan dengan waktu 2 menit 35,534 detik. Jawa Tengah berada di posisi kedua dan Jawa Timur ketiga.
Di kategori U-19 putra, Jawa Timur menjadi yang tercepat dengan waktu 2 menit 26,891 detik. Sumatera Selatan menempati posisi kedua, sedangkan Bali A berada di posisi ketiga.
Jawa Timur kembali memimpin U-19 putri dengan waktu 2 menit 54,719 detik, diikuti Bali A dan Jawa Barat.
Pada U-23 putra, Jawa Timur mencatat waktu tercepat 2 menit 22,622 detik, disusul Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Sementara Jawa Barat memimpin U-23 putri dengan waktu 2 menit 23,422 detik, meski menerima penalti hingga 1 menit 44 detik.
Kapten Kaltim U-23, Jovita Ade Dewi, mengatakan slalom sangat bergantung pada kemampuan membaca karakter arus dan kekompakan empat anggota tim.
“Perlombaan ini mengandalkan skill dan teknik. Kami harus membaca kondisi arus dan bagaimana melewati gate hijau maupun gate merah,” ujar Jovita.
Menurutnya, gate 9, 11, dan 13 menjadi bagian yang cukup menantang karena tim harus menghadapi arus kuat.
“Kami mengambil jalur sebelah kanan dari gate 9 menuju gate 11. Setelah itu, kami kembali harus melawan arus di gate 13,” katanya.
Jovita berharap Kaltim mampu merebut salah satu dari tiga medali yang diperebutkan.
Tantangan lain muncul di gate 10 karena banyak pillow. Tim putri Bali A bahkan sempat kehilangan salah satu pedayung ketika berusaha keluar dari arus tersebut.
Pillow relatif lebih aman dibandingkan undercut, tetapi tetap bisa membuat perahu tersangkut jika lajunya terlalu lambat. Karena itu, kecepatan, teknik, dan ketepatan membaca arus menjadi kunci dalam nomor slalom.
Penulis : guntar
Editor : gunawan tarigan












