JAKARTA – Indonesia mendapat apresiasi tinggi dari Federasi Gimnastik Internasional (FIG) atas persiapan menuju 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships Jakarta 2025. Usai meninjau langsung Indonesia Arena di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat (4/4/2025), delegasi FIG menyampaikan kesan positif mereka terhadap kesiapan tuan rumah.
“Saya melihat Indonesia Arena bisa menjadi salah satu venue terbaik untuk Kejuaraan Dunia,” ujar Donatella Sacchi, President Women’s Artistic Gymnastics Technical Committee FIG.
“Kunjungan ini memberi kami kesempatan untuk menyaksikan langsung perkembangan gimnastik artistik di negara Anda. Kami bangga berada di sini untuk pertama kalinya dan yakin ini akan menjadi ajang yang luar biasa.”
Dalam kunjungannya ke Jakarta, delegasi FIG yang terdiri dari Donatella Sacchi dan Celine Cachemaille (WAG), serta Andrew Tombs dan Stephane Detraz (MAG), turut didampingi oleh Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yuliati. Selain Indonesia Arena, rombongan juga menyambangi Jakarta International Convention Centre serta sejumlah hotel yang akan digunakan selama kejuaraan.
Meski secara umum puas, FIG menyoroti beberapa aspek teknis yang perlu disempurnakan, salah satunya pencahayaan di venue utama.
“Gimnastik artistik adalah cabang olahraga dengan banyak alat. Setiap alat membutuhkan pencahayaan khusus agar fokus tetap tertuju pada atlet yang sedang tampil. Spotlight harus benar-benar tepat,” jelas Donatella. “Namun, dengan semangat dan keseriusan yang ditunjukkan tim Indonesia sejauh ini, saya percaya hal ini bisa segera ditangani. Selamat kepada Ibu Ita dan tim atas persiapan yang sangat matang.”
Pujian serupa datang dari Andrew Tombs, President Men’s Artistic Gymnastics Technical Committee FIG. Menurutnya, World Championships di Jakarta akan membawa dampak besar bagi perkembangan gimnastik di Indonesia.
“Para atlet terbaik dunia, termasuk peraih medali Olimpiade dan juara dunia, akan datang ke Indonesia. Ini momen besar yang bisa menginspirasi generasi baru di negara ini untuk menekuni gimnastik,” ujar Andrew.
Ketua Umum FGI, Ita Yuliati, menyambut hangat apresiasi dari FIG. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan dunia tersebut.
“Alhamdulillah, persiapan kita mendapat tanggapan positif. Namun tentu masih ada beberapa catatan dari FIG yang harus kita tindak lanjuti, terutama koordinasi lebih erat dengan pemerintah, Kemenpora, KemenPUPR, dan kementerian serta lembaga terkait lainnya,” jelas Ita.
Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik ke-53 ini akan digelar pada 19–25 Oktober 2025 dengan tema Move to Inspire. Ini akan menjadi sejarah baru bagi Indonesia, yang untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah ajang prestisius ini. Tak hanya itu, Indonesia juga menjadi negara pertama di Asia Tenggara dan keempat di Asia yang dipercaya menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Gimnastik.
Diperkirakan sekitar 600 atlet dari 70 negara akan ambil bagian, menjadikan Jakarta pusat perhatian dunia olahraga pada Oktober tahun depan. ***
Penulis : lazir
Editor : ameri













