DPR Desak Pengusutan Tuntas Kasus Pelatih Panjat Tebing, Keselamatan Atlet Prioritas

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian (dok. rentak.id)

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian (dok. rentak.id)

JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dilakukan seorang pelatih panjat tebing terhadap delapan atlet pelatnas. Ia menegaskan bahwa kasus tersebut harus diusut secara tuntas dan menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait.

Hetifah mengapresiasi langkah cepat Federasi Panjat Tebing Indonesia serta respons Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dalam menangani kasus ini. Menurutnya, setiap pelatih dan pengurus cabang olahraga memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses pembinaan atlet berlangsung dalam lingkungan yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan maupun pelecehan.

“Kami memandang penonaktifan sementara Kepala Pelatih FPTI sebagai langkah yang tepat. Kebijakan ini penting untuk melindungi para atlet sekaligus menjaga objektivitas dan kredibilitas proses pemeriksaan,” ujar Hetifah, dikutip (jumat (27/2/2026).

Ia menekankan bahwa kasus ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan atlet di semua cabang olahraga.

“Untuk mencegah kasus serupa terulang, perlu penguatan sistem pencegahan melalui regulasi dan standar perlindungan atlet yang jelas, termasuk kode etik pelatih dan ofisial yang mengikat,” tegasnya.

Selain itu, Hetifah menyoroti pentingnya mekanisme pengaduan yang aman, independen, dan mudah diakses oleh atlet, disertai jaminan perlindungan bagi pelapor. Ia juga menekankan bahwa atlet perlu mendapatkan pendampingan psikologis serta pemantauan rutin terhadap lingkungan pembinaan.

Ia menambahkan bahwa peningkatan pemahaman tentang etika dan pencegahan kekerasan harus menjadi perhatian seluruh insan olahraga, mulai dari pelatih, ofisial, hingga pengurus organisasi olahraga.

Menurut Hetifah, penguatan sistem perlindungan atlet merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang menegaskan bahwa penyelenggaraan olahraga harus menjunjung nilai kemanusiaan, etika, keselamatan, serta perlindungan hak setiap insan olahraga.

“Perlindungan atlet bukan hanya komitmen moral, tetapi kewajiban hukum. Negara dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan pembinaan olahraga menjadi ruang yang aman dan bermartabat bagi generasi muda,” tutup Hetifah.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ayam Kinantan Buka Panggung League Cup, Persija Jadi Lawan Pertama PSMS Medan
Target 7 Emas, Indonesia Justru Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026
Dilatih di China Sebulan, Asael Christo Siap Harumkan Indonesia di Youth Olympic Games 2026
Indonesia Borong 15 Medali di Asian Para Games 2026, 3 Atlet Pecahkan Rekor
Muhammad Fadli Pecahkan Rekor Asian Para Games 2026, Indonesia Tambah Emas Ketiga
Ni Nengah Widiasih Raih Perunggu Asian Para Games 2026, Persembahkan untuk Mendiang Ibu
Erick Thohir Hidupkan Harapan Sepak Bola Wanita, Target Indonesia Tembus Piala Dunia
Prabowo Temui Presiden FIFA Gianni Infantino, Ini yang Dibahas soal Sepak Bola Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Ayam Kinantan Buka Panggung League Cup, Persija Jadi Lawan Pertama PSMS Medan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Target 7 Emas, Indonesia Justru Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Dilatih di China Sebulan, Asael Christo Siap Harumkan Indonesia di Youth Olympic Games 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Indonesia Borong 15 Medali di Asian Para Games 2026, 3 Atlet Pecahkan Rekor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Muhammad Fadli Pecahkan Rekor Asian Para Games 2026, Indonesia Tambah Emas Ketiga

Berita Terbaru