Dua Bocah Perempuan di Serang Jadi Korban Penculikan, Berawal dari Perkenalan di Game Online

- Penulis

Selasa, 25 Maret 2025 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Dua bocah perempuan asal Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, berinisial IT (12) dan sepupunya DM (10), menjadi korban penculikan setelah berkenalan dengan seorang pria melalui game online.

Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, mengungkapkan bahwa pelaku berinisial SH (20) berhasil membujuk korban untuk bertemu setelah berkomunikasi secara intens dalam permainan daring Free Fire selama dua pekan.

“Pelaku dan korban saling mengenal melalui game online. Setelah beberapa kali berkomunikasi, pelaku mengajak korban bertemu, dan korban membawa serta sepupunya,” ujar AKBP Condro di Serang, Senin (24/3).

Menurut keterangan pihak kepolisian, korban dijemput oleh SH menggunakan mobil Avanza pada Minggu pagi (24/3/25).

Keluarga yang kehilangan jejak keduanya segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Kragilan pada Senin pagi (25/3) sekitar pukul 09.00 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari Polsek Kragilan dan Tim Reserse Mobil (Resmob) bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Dalam waktu tiga jam, keberadaan korban berhasil dilacak di sebuah rumah kontrakan di wilayah Sunter, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Setelah melakukan penelusuran, kami menemukan kedua korban di dalam rumah kontrakan milik tersangka. Tim segera mengamankan mereka dan menangkap SH tanpa perlawanan,” jelas Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban IT diduga mengalami tindakan asusila oleh pelaku. Saat ini, baik korban maupun tersangka telah diamankan di Mapolres Serang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka akan dikenakan pasal berlapis, yaitu Pasal 81 dan 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 331 KUHP terkait penculikan dan pencabulan,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua agar lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di dunia maya, terutama dalam interaksi melalui game online yang rentan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.***

Editor : Ayham

Sumber Berita: Antaranews.com

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru