LAMPUNG – Menjelang Angkutan Lebaran 2025, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kamis (13/3/2025), melakukan pengecekan terhadap berbagai sarana dan prasarana transportasi di Lampung.
Mereka meninjau langsung fasilitas penting seperti jembatan timbang, terminal, dan pelabuhan yang akan menunjang kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Langkah pertama dalam pengecekan ini adalah kunjungan ke Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau Jembatan Timbang Way Urang.
Di lokasi ini, Menhub Budi Karya mengamati secara langsung proses pemeriksaan truk yang melintas untuk memastikan keamanan dan kelayakan kendaraan selama angkutan Lebaran. Dengan kapasitas mencapai 80 ton dan luas area 19.620 m², UPPKB Way Urang telah melakukan pemeriksaan lebih dari 25.000 kendaraan pada tahun lalu.
Menhub berharap pengawasan lebih ketat dapat diterapkan pada masa angkutan Lebaran kali ini guna mencegah kendaraan dengan muatan berlebih atau ODOL (Over Dimension, Over Loading).
Menhub Dudy juga menyempatkan diri meninjau Terminal Tipe A Rajabasa yang memiliki luas 40.780 m² dan melayani kedatangan serta keberangkatan bus antarprovinsi. Prediksi arus penumpang yang datang dan berangkat di terminal ini diperkirakan meningkat 1-5% dibandingkan Lebaran tahun lalu.
Sebanyak 3.452 bus diperkirakan akan tiba, sementara 2.994 bus lainnya akan berangkat. Sebagai bagian dari upaya keselamatan, seluruh bus yang beroperasi telah melalui rampcheck, dengan 98 bus dinyatakan laik jalan.
Tak hanya di terminal, Menhub Dudy juga melakukan pengecekan ke pelabuhan-pelabuhan yang akan digunakan untuk penyeberangan pada musim mudik nanti, yakni Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Wika Beton, dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya Muara Pilu.
Untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan, pemisahan sistem pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan akan diterapkan. Pelabuhan Wika Beton akan melayani sepeda motor, Bakauheni untuk mobil pribadi dan bus, sementara Pelabuhan BBJ Muara Pilu akan digunakan untuk truk-truk besar.
“Pemisan pelabuhan ini bertujuan untuk mengurangi potensi kecelakaan dan memastikan kelancaran perjalanan pemudik, terutama pada titik-titik rawan kemacetan,” ujar Menhub Dudy.
Sementara itu, sistem tiket eksekutif yang biasa berlaku pada masa angkutan Lebaran tidak akan diterapkan tahun ini. Semua tiket akan menggunakan kelas reguler untuk menghindari penumpukan di dermaga.
Menhub Dudy menegaskan, dengan kesiapan fasilitas transportasi yang telah dipastikan, masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik Lebaran dengan aman dan nyaman.
Ia juga menekankan pentingnya peran operator dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang selama musim mudik ini. ***
Penulis : lazir
Editor : ameri






